14
Oct
JAKARTA - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap dugaan praktik dumping dan impor ilegal, yang juga diklaim menjadi penyebab penutupan lebih dari 100 perusahaan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan ribu pekerja dalam empat tahun terakhir.Sekretaris Jenderal APSyFI Farhan Aqil Syauqi menuturkan, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan daya saing dan efisiensi produksi, tetapi juga praktik persaingan usaha yang dinilai tidak sehat.Dugaan masuknya produk impor dengan harga tidak wajar di sektor hulu serta pakaian jadi ilegal di sektor hilir disebut semakin menekan produsen domestik."Pemakluman pada praktik-praktik dumping dan importasi ilegal telah menyebabkan kerusakan…
