JAKARTA – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM memastikan bahwa antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Bali belakangan ini murni disebabkan oleh kendala teknis pada proses distribusi, bukan karena kelangkaan stok.
Dirjen Migas Laode Sulaeman menjelaskan, keterlambatan pasokan terjadi akibat hambatan moda transportasi, termasuk adanya keterlambatan kedatangan kapal pengangkut.
“Iya, itu masalah proses distribusi saja. Kemarin memang ada keterlambatan kapal. Kapalnya sudah tiba, dan sejak di sana kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Semoga hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya,” ujar Laode kepada awak media, Rabu, 14 Oktober.
Dikatakan Laode, terdapat dua kendala utama yang memperlambat laju distribusi BBM di lapangan. Pertama, faktor geografis dan musim, di mana jalur darat yang biasanya mengandalkan angkutan sungai terkendala akibat debit air sungai yang surut.
Kondisi ini memaksa pengalihan distribusi menggunakan truk tangki yang memakan waktu lebih lama dengan volume muatan yang lebih terbatas.
Sementara itu, kendala kedua berkaitan dengan faktor cuaca maritim.
Gelombang tinggi di perairan seringkali membuat kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di dermaga meski telah tiba di lokasi tujuan, sehingga proses bongkar muat menjadi tertunda.
“Kalau ombak lagi tinggi, itu kapal tuh walaupun sudah ada di lokasi enggak bisa nyender. Nah, ini memperlambat proses pendistribusian,” sambung Laode.
Meski menghadapi tantangan distribusi akibat faktor alam tersebut, Laode menegaskan bahwa ketahanan stok BBM nasional berada dalam kondisi yang sangat aman.
Cadangan BBM saat ini diklaim mampu mencukupi kebutuhan hingga 18 hingga 20 hari ke depan.
“Ketahanan masih aman, 18-20 hari. Jadi masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan cepat, Laode memastikan Ditjen Migas bersama instansi terkait langsung menggenjot proses penyaluran begitu cuaca dan kondisi di lapangan memungkinkan.
Operasi distribusi 24 jam non-stop diberlakukan di Bali guna mengurai antrean dan memulihkan suplai BBM ke masyarakat secepatnya.
“Tapi begitu sudah nyender, kayak di Bali kemarin, langsung dilaksanakan distribusi 24 jam. Jadi dikejar,” tandas Laode.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
