Trump Ragukan China dan Rusia Bantu Iran, Sebut Risiko Terlalu Besar


JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan tidak yakin China dan Rusia membantu Iran. Menurut Trump, kedua negara akan menanggung risiko terlalu besar jika benar memberikan dukungan.

Menurut Antara, disitat Selasa, 13 Oktober yang mengutip Anadolu Agency, Trump menyampaikan pandangan itu melalui akun Truth Social miliknya, Senin.

Menanggapi komentar mengenai kemungkinan China dan Rusia membantu Iran, Trump mengatakan jika dukungan semacam itu memang ada, skalanya sangat kecil.

“Tetapi, saya sama sekali tidak percaya mereka melakukannya. Terlalu banyak hal yang akan mereka pertaruhkan dan kami pasti akan mengetahuinya, dan mengetahuinya dengan sangat cepat!” kata Trump.

Pernyataan tersebut sejalan dengan unggahan Trump di Truth Social pada Juli. Saat itu, Trump mengatakan Presiden China Xi Jinping telah menyampaikan kepadanya bahwa Beijing tidak akan menjual senjata kepada Iran “dalam keadaan apa pun”, termasuk melalui perusahaan China.

Menurut Trump, pernyataan itu disampaikan Xi ketika keduanya bertemu di China pada Mei.

Trump juga mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan hal serupa, yakni Rusia tidak akan menjual senjata kepada Iran.

Ia sebelumnya memperingatkan keterlibatan China maupun Rusia dalam memasok senjata kepada Iran akan menimbulkan kerugian besar bagi kedua negara.

Namun, hubungan Washington dan Beijing dalam isu Iran tetap diwarnai tudingan.

Pada Mei, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh mendukung jaringan pengadaan militer Iran dan menyediakan citra satelit yang diduga membantu Iran menyerang pasukan AS.

China membantah tuduhan bahwa entitasnya membantu militer Iran.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah serta secara efektif menutup Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting bagi pasokan energi global.

AS dan Iran sempat menandatangani kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, proses tersebut kini terhenti akibat sejumlah perbedaan, termasuk persoalan pelayaran di Selat Hormuz.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *