HALMAHERA TENGAH – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan industri dan hilirisasi yang dinikmati Indonesia saat ini bukan hasil kerja satu pemerintahan. Ia secara terbuka memberi penghargaan kepada pemerintah sebelumnya yang telah memulai langkah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Weda Bay Industrial Park atau IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober.
“Apa yang telah kita lihat hari ini tidak bisa lepas daripada hari kemarin,” kata Prabowo.
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan industri membutuhkan kesinambungan kebijakan dan tidak bisa diselesaikan dalam satu periode pemerintahan.
“Kita menghormati pemerintah pendahulu, pemimpin-pemimpin sebelum saya memimpin yang telah berani mengambil langkah-langkah pembangunan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pembangunan negara merupakan proses panjang yang harus dilanjutkan dari satu masa pemerintahan ke masa berikutnya.
“Nation building adalah sebuah perjuangan dan perjalanan panjang. Nation building is a long march,” katanya.
Prabowo mengatakan pemerintahannya akan meneruskan strategi hilirisasi yang telah dibangun sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, komersialisasi empat proyek industri, serta pembangunan tujuh proyek baru di kawasan IWIP.
Nilai investasi yang telah masuk ke kawasan Weda Bay disebut mencapai lebih dari 20 miliar dolar AS, dengan rencana tambahan sekitar 7 miliar dolar AS.
Kawasan tersebut juga telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Prabowo menilai capaian itu menunjukkan pembangunan industri membutuhkan keberanian mengambil keputusan sejak awal dan konsistensi untuk meneruskannya.
“Keberhasilan hari ini menuju kepada keberhasilan hari esok, itu telah dimulai dari hari kemarin,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
