YOGYAKARTA – Menurunkan berat badan sering kali membuat banyak orang fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu makan juga bisa berpengaruh terhadap berat badan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Cara tubuh memproses makanan ternyata memiliki hubungan erat dengan jam biologis atau ritme alami tubuh. Karena itu, mengatur kebiasaan makan harian dapat menjadi langkah sederhana yang membantu mendukung diet sehat tanpa harus menjalani aturan ekstrem.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 orang dewasa di Catalonia, Spanyol menemukan bahwa kebiasaan makan tertentu berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah. Mengutip Verywell Health, Rabu, 20 Mei, penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti dari beberapa institusi kesehatan dan akademik di Spanyol, termasuk Universitat Rovira i Virgili dan Institut d’Investigació Sanitària Pere Virgili. Para peneliti melihat hubungan antara waktu makan, durasi puasa malam, dan kondisi berat badan peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa pola makan yang lebih teratur dapat memberi dampak positif bagi tubuh.
Makan lebih awal bisa membantu menjaga berat badan
Salah satu kebiasaan makan yang dikaitkan dengan berat badan lebih sehat adalah makan lebih awal dalam sehari. Orang yang terbiasa sarapan dan makan malam lebih cepat diketahui cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah dibanding mereka yang makan terlalu larut. Hal ini diduga berkaitan dengan cara tubuh mengatur metabolisme sesuai jam biologis. Tubuh bekerja seperti toko yang punya jam operasional, sehingga ketika makan terlalu malam, proses pengolahan energi tidak berjalan seefisien biasanya.
Selain itu, makan terlalu larut malam juga sering membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan. Banyak orang tanpa sadar menjadikan malam hari sebagai waktu untuk ngemil atau makan tambahan meski tubuh sebenarnya tidak terlalu membutuhkan energi lagi. Karena itu, mencoba makan malam lebih awal dapat menjadi perubahan kecil yang membantu menjaga pola makan tetap seimbang. Kebiasaan ini juga dapat membantu kualitas tidur terasa lebih nyaman.

Memberi jeda puasa malam lebih panjang
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa durasi puasa malam yang lebih panjang berkaitan dengan berat badan yang lebih baik. Puasa malam di sini berarti jarak waktu antara makan malam terakhir hingga sarapan keesokan paginya. Semakin panjang jeda tersebut, tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat dari proses mencerna makanan. Ibarat mesin yang dimatikan sejenak setelah bekerja seharian, tubuh pun membutuhkan waktu jeda agar sistem metabolisme dapat bekerja lebih optimal.
Anda tidak harus langsung menjalani pola makan yang terlalu ketat untuk mencoba kebiasaan ini. Memajukan jam makan malam atau mengurangi kebiasaan makan larut malam sudah bisa menjadi langkah awal yang realistis. Misalnya, jika biasanya makan malam pukul 10 malam, Anda bisa perlahan memindahkannya menjadi pukul 7 atau 8 malam. Dengan begitu, tubuh memiliki jeda puasa alami yang lebih panjang hingga waktu sarapan tiba.
Diet sehat tidak selalu harus rumit
Banyak orang mengira menurunkan berat badan harus dilakukan lewat diet ekstrem yang sulit dijalani dalam jangka panjang. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam kebiasaan makan sehari-hari juga dapat memberi pengaruh terhadap berat badan. Mengatur waktu makan dan mengurangi kebiasaan makan terlalu malam bisa menjadi langkah kecil yang lebih mudah dipertahankan. Pola makan sehat sering kali bekerja seperti aliran air yang tenang, perlahan tetapi konsisten membentuk hasil dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, proses menurunkan berat badan bukan hanya soal mengurangi jumlah makanan, tetapi juga memahami kapan tubuh bekerja paling optimal untuk mengolah energi. Dengan membangun kebiasaan makan yang lebih teratur, Anda dapat membantu menjaga berat badan sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Diet sehat juga terasa lebih ringan ketika dilakukan secara bertahap dan realistis. Sedikit perubahan dalam rutinitas harian kadang justru menjadi fondasi terbesar untuk hasil jangka panjang.
