Presiden Prancis Emmanuel Macron Cari Jalur Alternatif Pasokan Minyak, Prancis Ingin Tekan Harga BBM


PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pemerintahannya tengah berupaya mengamankan pasokan minyak sekaligus mengurangi tekanan terhadap harga bahan bakar di tengah ketegangan yang mengguncang pasar energi.

Menurut Anadolu Agency, dikutip Kamis, 17 September, Macron menyebut kenaikan harga minyak langsung terasa pada harga bahan bakar yang dibayar masyarakat.

“Ketika minyak berada di bawah tekanan, harga di pompa naik. Saya tahu apa artinya itu bagi warga Prancis,” kata Macron melalui platform X, Rabu.

Ia mengatakan Prancis tengah aktif berkomunikasi dengan sejumlah negara di kawasan. Setelah berbicara dengan Perdana Menteri Irak Ali Falih al-Zaidi pada awal pekan ini, Macron juga berdiskusi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani.

Macron menegaskan prioritas saat ini adalah memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, melindungi infrastruktur energi negara mitra, serta mengamankan produksi minyak.

“Ini penting untuk menjamin pasokan kami,” ujarnya.

Prancis juga bekerja sama dengan mitra koalisi untuk menjaga kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting perdagangan minyak dunia.

Selain itu, Prancis berupaya membuka jalur alternatif agar tidak terlalu bergantung pada Selat Hormuz sekaligus memperkuat keamanan pasokan.

“Semakin banyak jalur untuk minyak berarti semakin kecil ketergantungan. Semakin kecil ketergantungan berarti semakin besar keamanan. Dan semakin besar keamanan berarti semakin kecil tekanan terhadap harga,” kata Macron.

Ia menambahkan bahwa upaya meredakan ketegangan, mengamankan pasokan minyak, dan menekan harga bahan bakar menjadi bagian dari perlindungan terhadap masyarakat Prancis.

Harga bensin dan diesel di berbagai negara, termasuk Prancis, naik tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi di tengah gangguan pasokan yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.

Kelompok Houthi di Yaman, yang kembali bertempur dengan pasukan pemerintah sejak Juli, disebut telah membuat kemajuan dan mengambil alih Bab el-Mandeb.

Selat sempit itu menjadi semakin penting bagi ekspor minyak mentah Arab Saudi setelah pelayaran melalui Selat Hormuz dibatasi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *