Investigasi Temukan Netanyahu Memanipulasi Keterangan Mengenai Peringatan Sebelum Serangan Hamas


JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanipulasi keterangannya mengenai peringatan yang ia terima sebelum serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023; menghilangkan informasi penting dan mengubah konteks diskusi keamanan, menurut investigasi yang diterbitkan pada Hari Rabu oleh surat kabar Israel.

Harian Yedioth Ahronoth dan Ynet – outlet berita anak perusahaan dari Yedioth Ahronoth Media Group – membandingkan dokumen setebal 55 halaman yang dirilis Netanyahu pada Bulan Februari dengan catatan asli, ringkasan rapat dan kesaksian.

Investigasi tersebut menemukan adanya penghilangan informasi serta perubahan pada pemilihan kata dan konteks, khususnya terkait peringatan yang disampaikan pada bulan-bulan sebelum serangan dan usulan tindakan militer terhadap Hamas.

Dokumen Netanyahu menggambarkan dirinya sebagai pihak yang mendesak dilakukannya pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas, sementara para pejabat tinggi keamanan menentang langkah tersebut dan lebih memilih untuk menjaga ketenangan di Gaza, dilansir dari Anadolu (8/10).

Namun, menurut investigasi tersebut, catatan asli menunjukkan Netanyahu justru berulang kali berupaya menjaga ketenangan, menolak menyetujui usulan serangan, dan bersikeras bahwa Hamas masih dapat dicegah (terintimidasi) meskipun ada peringatan dari pejabat keamanan.

Surat kabar tersebut melaporkan bahwa pada Bulan April 2023, Kepala Shin Bet saat itu, Ronen Bar dan Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letjen Herzi Halevi merekomendasikan operasi pembunuhan terarah di Gaza.

Sebulan kemudian, Bar memperingatkan kampanye militer di Gaza pada akhirnya tidak dapat dihindari dan mendesak dilakukannya persiapan untuk serangan pembuka serta operasi pembunuhan terarah.

Akan tetapi, Netanyahu menyatakan terdapat “keseimbangan pencegahan yang kuat” dengan Hamas dan tidak menyetujui operasi yang diusulkan tersebut.

Investigasi itu juga mengutip peringatan dari Bar pada Bulan Agustus yang menyatakan bahwa daya cegah Israel sedang melemah dan tindakan preventif di Gaza perlu dipertimbangkan.

Pada tanggal 10 September 2023, Bar memperingatkan Israel sedang menghadapi “situasi keamanan yang serius” dengan risiko signifikan terjadinya eskalasi yang melibatkan berbagai front secara bersamaan.

Menurut laporan tersebut, Netanyahu kemudian menetapkan tujuan untuk menjaga periode liburan mendatang agar berlangsung “setenang mungkin.”

Surat kabar itu menyebutkan, dokumen Netanyahu Bulan Februari tersebut tetap memuat penilaian intelijen yang menyatakan Hamas sedang meningkatkan kemampuannya dengan “kecepatan moderat,” namun menghilangkan rekomendasi untuk mengambil tindakan meskipun ada risiko eskalasi militer.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *