JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta APBN 2027 tidak berhenti pada target pertumbuhan ekonomi. Anggaran negara harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat sektor riil, dan mempersempit kesenjangan sosial maupun antarwilayah.
Pernyataan itu disampaikan Dasco dalam pidato penutupan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.
“DPR bersama pemerintah telah menyusun dan menetapkan APBN tahun 2027. APBN bukan sekadar instrumen fiskal, tetapi instrumen kebijakan negara untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dan keadilan sosial,” kata Dasco, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober.
Ia mengatakan APBN 2027 disusun dengan mempertimbangkan ketidakpastian global. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dinilai membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan dukungan fiskal yang sehat dan kredibel.
Namun, Dasco menekankan pertumbuhan ekonomi bukan tujuan akhir.
“Pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir, pertumbuhan harus menjadi jalan menuju kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Karena itu, setiap rupiah dalam APBN diminta memberi manfaat nyata bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Dasco, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi harus berjalan bersama dengan peningkatan kesejahteraan.
“Tumbuh lebih tinggi sejahtera lebih cepat bukan sekadar tema, melainkan harus menjadi kenyataan yang dirasakan langsung oleh rakyat,” katanya.
Dalam pidatonya, Dasco juga menyampaikan capaian DPR selama masa sidang tersebut. Sebanyak 20 rancangan undang-undang telah diselesaikan menjadi undang-undang.
Beberapa di antaranya adalah RUU Pengaturan Reforma Agraria, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, dan RUU Satu Data Indonesia.
DPR bersama pemerintah masih memiliki 13 RUU yang berada dalam tahap pembicaraan tingkat I. Pembahasannya akan dilanjutkan pada masa sidang berikutnya yang dimulai November.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
