JAKARTA – Pertamina Patra Niaga menahan harga seluruh BBM nonsubsidi ritel dan avtur pada Oktober 2026. Harga dipertahankan sama seperti September meski tekanan dari harga minyak dunia dan konflik geopolitik masih membayangi.
Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto mengatakan arahan tersebut berlaku untuk seluruh jenis BBM umum, termasuk Pertamax, serta avtur.
“Posisi bulan ini, per Oktober itu memang ada arahan untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kami tahan, sama dengan harga September,” kata Joko dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, dikutip dari Antara, Senin, 5 Oktober.
Joko menjelaskan pergerakan harga BBM nonsubsidi sejak Januari 2025 hingga awal 2026 relatif landai dan masih berada di bawah Rp20 ribu per liter.
Situasi berubah setelah konflik geopolitik meningkat pada akhir Februari 2026. Harga BBM kemudian naik cukup tajam, bahkan untuk jenis solar sempat melampaui Rp25 ribu per liter.
“Khusus yang Pertamax dan Pertamax Green pada April itu memang ada pembatasan, tidak naik. Baru kemudian di bulan Juni dinaikkan,” ujarnya.
Pertamax sempat naik menjadi Rp16.250 per liter sebelum turun ke Rp15.950 per liter pada Agustus. Harga tersebut kemudian bertahan hingga Oktober 2026.
Sementara itu, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap menyesuaikan dengan pergerakan harga minyak dunia. Mekanismenya mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar BBM umum jenis bensin dan solar.
“Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur ini memang mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik sejak 28 Februari 2026,” kata Joko.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora sebelumnya juga memastikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi per 1 Oktober 2026 tidak berubah dibandingkan September.
Menurut Kitty, penetapan harga BBM nonsubsidi tetap mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
