Jepang Hadapi Ancaman Kekurangan Tenaga Kesehatan, 70 Persen Lebih Warga Dukung AI dan Robot


TOKYO – Lebih dari 70 persen warga Jepang yang mengikuti survei pemerintah mendukung penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan robot dalam layanan kesehatan. Dukungan terhadap teknologi tersebut muncul di tengah kekhawatiran mengenai kekurangan dokter, perawat, dan tenaga perawatan seiring bertambahnya penduduk lanjut usia.

Menurut Kyodo News, dikutip Selasa, 29 September, sebanyak 72,4 persen responden menyatakan setuju atau cenderung setuju dengan penggunaan AI untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

Sementara itu, 73,7 persen mendukung penggunaan robot untuk mempermudah komunikasi antara tenaga perawatan dan orang yang menerima layanan, termasuk lansia.

Hasil survei tersebut dimuat dalam laporan tahunan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.

Tingginya dukungan terhadap teknologi juga diikuti kekhawatiran mengenai ketersediaan tenaga kesehatan.

Sebanyak 74,5 persen responden mengaku khawatir atau cukup khawatir terhadap kekurangan tenaga medis. Angkanya lebih tinggi pada layanan perawatan, yakni mencapai 81,3 persen.

Tenaga perawatan merupakan pekerja yang membantu orang-orang yang membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk lansia.

Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai puncaknya sekitar 2040. Pada saat yang sama, kekurangan dokter, perawat, dan tenaga perawatan diperkirakan semakin berat.

Karena itu, laporan pemerintah menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas layanan kesehatan serta perawatan.

Survei dilakukan secara daring pada Januari hingga Februari 2026 dengan melibatkan penduduk Jepang berusia 20–74 tahun. Sebanyak 3.000 jawaban dinyatakan valid.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *