BOGOR – Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026. Sebanyak 404 siswa sekolah dasar (SD) dari 23 negara akan mengikuti kompetisi Matematika dan Sains tersebut.
Ketua Umum IMSO-23 sekaligus Chairman IMSO dan Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan IMSO merupakan kompetisi internasional bidang Matematika dan Sains bagi siswa SD yang digelar setiap tahun pada Oktober. Kompetisi ini telah berlangsung sejak 2003.
“Peserta IMSO-23 berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Maroko, Nepal, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam,” kata Raden Ridwan saat memberikan keterangan di Kota Bogor, Selasa, 29 September 2026.
IMSO-23 diselenggarakan KPM bersama Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.
Indonesia mengirimkan 63 peserta yang tergabung dalam Timnas IMSO Indonesia, terdiri atas 32 peserta Matematika dan 31 peserta Sains. Mereka berasal dari berbagai daerah dan terpilih melalui seleksi nasional dalam tiga tahap.
Raden Ridwan mengatakan IMSO tidak hanya menguji pemahaman teori, tetapi juga kemampuan eksplorasi, eksperimen, penalaran, dan pemecahan masalah. Materi yang diujikan mencakup bilangan, aljabar, geometri, dan kombinatorik.
“Yang dilombakan itu soal-soal yang kalau nanti dicontohkan mungkin banyak yang kebingungan. Tapi dengan strategi itu, dia bisa diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Raden Ridwan, soal IMSO terus dikembangkan dan diperbarui. Soal yang pernah digunakan tidak kembali dipakai sehingga peserta selalu menghadapi soal baru. Penyusunannya melibatkan tim perumus dari berbagai negara dan mempertimbangkan perbedaan kurikulum negara peserta.
Menurut Raden Ridwan, IMSO juga menjadi ruang bagi peserta dari berbagai negara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan. Indonesia sebagai tuan rumah juga berkesempatan memperkenalkan potensi pendidikan dan budaya kepada peserta internasional.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sekaligus Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, mengatakan IMSO menjadi salah satu upaya mengembangkan kemampuan Matematika dan Sains peserta didik sejak jenjang dasar.
Menurut Didik, pembelajaran Matematika dan Sains tidak cukup hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi eksplorasi, integrasi, dan eksperimen.
“Eksplorasi, integrasi, eksperimen, dan di samping itu juga menjadi motivasi,” kata Didik.
Dia mengatakan pengembangan kemampuan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, dengan materi yang disesuaikan dengan visi dan misi masing-masing sekolah.
Dukungan Kemendikdasmen terhadap IMSO menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan talenta Matematika dan Sains, membuka kesempatan siswa Indonesia berkompetisi di tingkat internasional, serta memperkuat budaya prestasi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
