Mudah-mudahan Pertemuan Lanjutan Megawati dan Prabowo Digelar 17 Oktober


JAKARTA – Ketua DPP PDIP Said Abdullah, menanggapi soal pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri pada Senin, 28 September. Said mengatakan, kehadiran Prabowo di kediaman Megawati untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra.

“Pertemuan kemarin sore sekitar pukul 18.00, itu betul-betul Bapak Presiden takziah ke rumah Ibu. Tentu ada Pak Dasco, ada Pak Pras, ada Pak Teddy. Kami, Mbak Puan, Ibu selaku tuan rumah. Bapak Presiden clear menyampaikan ikut berbelasungkawa dan Bapak Presiden ternyata pencinta lagu-lagu dari almarhum Mas Guruh,” ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September.

“Sehingga Bapak Presiden bisa bercerita lah tentang bagaimana sumbangsih Mas Guruh dalam konteks membangun seni dan kebudayaan kita. Dan itu mendapat apresiasi dari Bapak Presiden,” sambungnya.

Saat ditanya apakah ada pembicaraan politik dalam pertemuan itu, Said berharap akan ada pertemuan lanjutan bertepatan dengan HUT Prabowo pada 17 Oktober mendatang.

Apalagi, Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad sempat menyinggung ada pertemuan lagi untuk menyantap nasi goreng lantaran pada momen takziah pertemuan hanya berlangsung singkat.

“Pertemuan kemarin itu hampir 40 menit. Memang singkat karena Bapak Presiden itu kan meluangkan waktu dia di antara kesibukan beliau. Padahal beliau lagi memimpin rapat BPJS, langsung ke TU, pulang dari TU langsung ratas lagi. Maka memang akan ada pertemuan lanjutan, insyaAllah. Mudah-mudahan pertemuan lanjutan itu bisa di tanggal 17 Oktober ketika Bapak Presiden kita ulang tahun,” kata Said.

Sesuai dengan keputusan Kongres PDIP, kata Said, partainya mendukung pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan. Meskipun PDIP mengambil posisi sebagai parpol penyeimbang, dan tidak bergabung ke pemerintahan.

“Itu adalah yang pertama keputusan Kongres PDI Perjuangan, harus menjadi tradisi kita bersama. Tradisi ketaatan terhadap konstitusi bahwa pemerintahan itu kalau memang dipilih 5 tahun ya kita 5 tahun jaga. Bahwa kami tidak di dalam, kami di luar sebagai penyeimbang, biasa-biasa saja kali,” katanya.

Said pun menegaskan, tidak ada pembicaraan politik antara Megawati dan Prabowo dalam pertemuan kemarin selain menyampaikan belasungkawa. Apalagi membahas soal Revisi UU Pemilu.

“Tidak ada bicara politik sama sekali. (Kalau pertemuan lanjutan). Ya per- lanjutan sebagai sahabat yang memang tanpa pamrih keduanya,” kata Said.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *