Harga Minyak Dunia Meroket, Wamen ESDM Tegaskan Pertalite Tetap hingga Akhir Tahun


JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Dikatakan Yuliot, perubahan harga pada BBM bersubsidi dengan nilai oktan 92 ini tidak akan naik meski harga dunia terus mengalami peningkatan.

“Jadi kalau untuk Pertalite, yang disampaikan oleh Pak Menteri, sampai dengan akhir tahun kita pertahankan. Tidak ada kenaikan untuk Pertalite, untuk (BBM) subsidi,” ujar Yuliot kepada awak media, Selasa, 29 September.

Kendati demikian, Yuliot menegaskan jika aturan ini tidak berlaku untuk BBM jenis non subsidi karena akan tetap mengikuti harga pasar dan perkembangan harga minyak dunia..

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya perubahan harga BBM nonsubsidi, Yuliot membenarkan bahwa penyesuaian dapat dilakukan.

“Iya, ada penyesuaian,” tegas Yuliot.

Asal tahu saja, harga minyak dunia kembali menguat pada Selasa, 29 September, meski Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan membuka kembali komunikasi melalui mediator.

Pasar masih dibayangi kekhawatiran konflik Timur Tengah akan berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi.

Menurut CNBC, dikutip Selasa, 29 September, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 1,22 persen menjadi 106,56 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menguat lebih dari 1 persen menjadi 93,57 dolar AS per barel.

Kenaikan tersebut memperpanjang penguatan harga minyak selama dua hari berturut-turut.

Perkembangan diplomasi AS-Iran kini menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar.

AS dan Iran dilaporkan melakukan pembicaraan secara terpisah dengan para mediator sebagai bagian dari upaya terbaru mengakhiri konflik.

Al Jazeera, mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyebut Teheran telah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan Washington melalui mediator Qatar di New York.

Analis pasar senior VT Markets Dubai Mahmoud Mashal mengatakan perkembangan komunikasi kedua negara akan menjadi perhatian pasar.

Para mediator regional juga tengah mendorong dimulainya perundingan gencatan senjata.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *