19 Tahun Damkar Merdeka Pontianak, Solid Mengabdi dan Menjaga Kepercayaan Masyarakat


PONTIANAK, Fokus Berita  — Memasuki usia ke-19 tahun sejak berdiri pada 2007, Pemadam Kebakaran (Damkar) Merdeka Pontianak terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi relawan yang solid, sigap, dan konsisten mengabdikan diri untuk kemanusiaan.

Peringatan HUT ke-19 Damkar Merdeka Pontianak digelar di Hotel Harris Pontianak, Minggu (20 September 2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya.

Damkar Merdeka Pontianak saat ini diperkuat sebanyak 102 pengurus yang menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi dan mendukung kegiatan pelayanan kemanusiaan di lapangan.

Datuk Tjioe Kui Sim selaku Ketua Dewan Pembina Pemadam Kebakaran Merdeka turut menjadi bagian penting dalam pembinaan dan dukungan terhadap keberlangsungan organisasi.

Ketua Umum Damkar Merdeka, Sugioto, mengatakan usia 19 tahun menjadi simbol kematangan dan kedewasaan bagi organisasi.

“Usia 19 tahun ini maknanya adalah kematangan. Kalau usia 17 tahun itu merdeka, kalau usia 19 tahun itu sudah dewasa. Artinya Damkar Merdeka bukan organisasi yang baru berdiri. Kami sudah dewasa dalam berpikir, dewasa dalam bertindak, dan dewasa dalam mengabdi. Pada usia ini kami dituntut untuk lebih bertanggung jawab,” ujar Sugioto yang akrab disapa Rico ini.

Pada peringatan HUT ke-19 tersebut, Damkar Merdeka mengusung tema “19 Tahun Merdeka Dalam Pengabdian, Solid, Sigap, dan Humanis.”

Tema tersebut mencerminkan tiga nilai utama yang menjadi landasan para pengurus dan personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Solid dimaknai sebagai upaya memperkuat kekeluargaan dan kekompakan antaranggota. Sigap berarti selalu tanggap dan cepat dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Sedangkan humanis diwujudkan melalui pelayanan yang ramah dan kedekatan dengan masyarakat.

Sugioto berharap masyarakat dapat melihat keberadaan Damkar Merdeka secara lebih luas, tidak hanya sebagai organisasi yang bertugas memadamkan kebakaran.

“Kami ingin masyarakat bisa melihat Damkar Merdeka bukan hanya sekadar pemadam api saja, tapi juga pemadam rasa panik dan mengatasi kesulitan warga,” tambahnya.

Selama 19 tahun mengabdi, Damkar Merdeka telah melewati berbagai tantangan. Sugioto mengenang masa awal berdirinya organisasi yang dihadapkan pada keterbatasan armada dan peralatan, sementara wilayah rawan kebakaran di Pontianak cukup luas.

Tantangan lainnya adalah menjaga kekompakan dan keikhlasan para anggota. Sebagai organisasi relawan, para personel tidak menerima gaji seperti pegawai negeri. Rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu dasar yang membuat para anggota tetap bertahan dalam menjalankan tugas.

Bagi Damkar Merdeka, pencapaian terbesar selama 19 tahun bukan sekadar piagam maupun piala, melainkan kepercayaan masyarakat.

Kepercayaan tersebut terlihat ketika masyarakat secara langsung meminta bantuan Damkar Merdeka saat terjadi kebakaran maupun ketika menghadapi persoalan lain, termasuk krisis air bersih.

“Kepercayaan itu mahal yang tidak bisa diukur dengan uang. Dan yang paling berkesan, selama 19 tahun adalah kami tidak pernah menghitung untung rugi saat memberikan pertolongan kepada masyarakat. Itu adalah kebanggaan moral bagi kami,” tegas Sugioto yang juga Ketua FOBI Kalbar ini.

Dari sisi kesiapan operasional, Damkar Merdeka menerapkan sistem piket sehingga personel dapat siaga selama 24 jam. Koordinasi dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari handy talky (HT), telepon seluler, hingga grup koordinasi.

Meskipun armada yang dimiliki masih membutuhkan peremajaan dan penambahan unit ke depan, seluruh kendaraan yang tersedia dipastikan dalam kondisi siap operasional. Pengecekan mesin dan peralatan dilakukan secara berkala, disertai latihan rutin untuk menjaga kesiapsiagaan personel.

Memasuki usia ke-19 tahun, Damkar Merdeka Pontianak terus berupaya mempertahankan semangat kebersamaan dan pengabdian. Dengan dukungan para pengurus, dewan pembina, serta personel di lapangan, organisasi ini berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat.

Bagi Damkar Merdeka, pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama 19 tahun. (Dian/MK)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *