JAKARTA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, M Sarmuji, mengungkapkan bahwa Nusron Wahid telah mengundurkan diri dari jajaran kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sarmuji menyebutkan, pengunduran diri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu sudah berlangsung cukup lama.
“Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” ujar Sarmuji saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Sebelumnya, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar di bawah bidang Fungsi Elektoral 1 untuk periode 2024–2029 kepemimpinan Bahlil Lahadalia. Sarmuji menjelaskan, surat pengunduran diri tersebut diajukan langsung oleh Nusron kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kendati melepas jabatannya di struktur pengurus pusat, Nusron dipastikan masih berstatus sebagai kader biasa Partai Golkar. Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan mendasar di balik keputusan tersebut.
“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” tuturnya.
Pernyataan ini mengemuka di tengah sorotan publik terhadap Kementerian ATR/BPN pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tangkap tangan tersebut berkaitan dengan dugaan suap perizinan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.
Mengenai perkara hukum itu, Nusron Wahid menegaskan dirinya tidak tahu-menahu mengenai duduk perkara kasus yang menyeret pihak di lingkungan kementeriannya. Pihak Kementerian ATR/BPN juga menepis isu liar yang menyebutkan Nusron bakal mundur dari jabatannya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
