JAKARTA – Arab Saudi pada Hari Selasa memperingatkan milisi Houthi Yaman yang didukung Iran akan menanggung konsekuensi atas serangan berulang mereka terhadap Kerajaan, termasuk serangan yang menargetkan bandara, kota suci Makkah dan Madinah, serta fasilitas sipil dan ekonomi.
Peringatan tersebut disampaikan dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Riyadh, menurut Saudi Press Agency (SPA).
Kabinet menyatakan Houthi akan menanggung konsekuensi atas serangan mereka yang menargetkan bandara Arab Saudi, pengunjung Dua Masjid Suci, serta infrastruktur sipil dan ekonomi, dikutip dari Al Arabiya (14/10).
Kabinet juga memuji angkatan bersenjata Ara Saudi atas peran mereka dalam mempertahankan Kerajaan, melindungi sumber dayanya, dan menangkal ancaman terhadap kedaulatan serta keselamatan warga negara dan penduduknya.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangkaian serangan yang menargetkan bandara sipil di Riyadh, Abha, dan Dammam.
Kabinet memuji operasi militer yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman untuk menangkal ancaman Houthi terhadap rakyat Yaman, perdamaian dan keamanan internasional, perdagangan global, serta rantai pasokan maritim.
Kabinet menegaskan kembali bahwa Arab Saudi tidak akan menoleransi ancaman terhadap keamanan nasionalnya atau navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb, jalur air strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Kabinet juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara dan organisasi internasional yang telah mengutuk serangan Houthi tersebut.
Eskalasi terbaru ini terjadi saat Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus melanjutkan Operasi Fajar Yaman (Operation Dawn of Yemen), kampanye militer yang bertujuan merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, dengan dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.
Secara terpisah, Kabinet menyambut baik pemulihan aliran minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi, serta memuji upaya personel Saudi yang berhasil mengoperasikan kembali jalur pipa tersebut.
Kabinet menyatakan pemulihan yang cepat tersebut menunjukkan fleksibilitas operasional, kemampuan tanggap darurat, dan keahlian teknis sektor energi.
Kabinet menambahkan, kemampuan-kemampuan tersebut memperkuat keandalan pasokan minyak Arab Saudi ke pasar global dan mendukung perekonomian dunia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
