JAKARTA – Korea Utara (Korut) meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Timur pada Hari Senin, menurut keterangan militer Korea Selatan (Korsel), langkah yang tampaknya merupakan unjuk kekuatan sebagai tanggapan atas keberhasilan Seoul menguji coba rudal hipersonik belum lama ini.
Kepala Staf Gabungan (JCS) menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran tersebut sekitar pukul 09.20 pagi dari wilayah Pyongyang, dan setidaknya satu rudal terbang sejauh lebih dari 900 kilometer.
“Analisis awal menunjukkan bahwa (peluncuran hari Senin) ini dipandang sebagai protes terhadap keberhasilan peluncuran kendaraan luncur hipersonik (HGV) kami, serta unjuk pencapaian Korea Utara dalam rencana lima tahunnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan demonstrasi sengaja atas kemampuan rudal mereka,” ujar juru bicara JCS, Jang Do-young dalam keterangan pers, dikutip dari The Korea Times (12/10).
Saat ditanya apakah rudal yang diluncurkan tersebut merupakan rudal hipersonik atau rudal jarak menengah, Jang menolak berkomentar dengan alasan militer perlu menganalisis lebih lanjut spesifikasi peluncuran tersebut.
Sebelumnya, Korsel melakukan uji coba peluncuran HGV pertamanya pada Hari Kamis pekan lalu sebagai bentuk unjuk kekuatan terhadap Korea Utara, menyusul insiden ledakan ranjau di sisi Korea Selatan di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada 21 September.
Investigasi gabungan dengan Komando PBB sebelumnya menyimpulkan, ledakan tersebut disebabkan oleh ranjau darat antipersonel yang sengaja dipasang oleh Korut. Pyongyang membantah bertanggung jawab dan menuduh Seoul merekayasa temuan tersebut.
Rudal hipersonik biasanya sulit dicegat oleh sistem pertahanan rudal yang ada saat ini. Rudal ini melaju dengan kecepatan setidaknya Mach 5 – lima kali kecepatan suara – serta dirancang agar dapat bermanuver dengan lintasan terbang yang sulit diprediksi dan terbang pada ketinggian rendah.
Peluncuran rudal terbaru Korea Utara ini terjadi setelah mereka menembakkan satu rudal balistik dari wilayah Wonsan ke arah Laut Timur pada 3 Oktober.
Media pemerintah Korut melaporkan keesokan harinya bahwa Pyongyang meluncurkan rudal strategis jarak menengah sebagai bagian dari upaya melatih pasukan rudal dalam mengoperasikan “sistem senjata strategis hipersonik.”
Diketahui, Korut terakhir kali menembakkan rudal balistik dari wilayah Pyongyang adalah pada 20 Agustus.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
