Anak Krakatau Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Jauhi Radius 2 Kilometer


JAKARTA – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali erupsi pada Jumat sore. Badan Geologi meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer.

Erupsi terjadi pukul 16.17 WIB dan melontarkan kolom abu sekitar 250 meter di atas puncak.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Lana Saria mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan barat laut,” kata Lana dalam keterangannya dikutip dari Antara, Jumat, 9 Oktober.

Kolom abu vulkanik tercatat mencapai sekitar 407 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter. Durasi erupsi sementara tercatat sekitar 3 menit 46 detik.

Saat laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Gunung Anak Krakatau saat ini tetap berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, Badan Geologi meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

Pembatasan itu diberlakukan untuk mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik.

Badan Geologi menyatakan pemantauan terhadap aktivitas kawah dan kegempaan Anak Krakatau terus dilakukan, terutama untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi kawasan sekitar Selat Sunda.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *