JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber tambahan pasokan air untuk menjaga layanan irigasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menyiapkan suplesi air sebesar 1,5 meter kubik per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening yang melayani sekitar 8.845 hektare lahan pertanian.
Suplesi tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan air irigasi di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rejoso dan sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, optimalisasi infrastruktur sumber daya air diperlukan agar bendungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober.
Suplai air saat kemarau
Suplesi dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber air yang tersedia ke sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit.
Ketika ketersediaan air menurun akibat kemarau, Bendungan Semantok menjadi salah satu sumber yang dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem D.I. Waduk Bening.
Bendungan Semantok sendiri telah dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 1.906 hektare lahan pertanian.
Infrastruktur tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 kilometer saluran primer dan 78,20 kilometer saluran sekunder.
Jaringan tersebut menjadi bagian dari sistem layanan air untuk D.I. Bening, D.I. Ngomben dan wilayah Rejoso.
Dengan kapasitas tampungan sekitar 32 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 365 hektare, Bendungan Semantok juga memiliki sejumlah manfaat selain untuk irigasi.
Bendungan Semantok punya manfaat selain untuk irigasi
Bendungan Semantok diproyeksikan menyediakan air baku sebesar 312 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Rejoso, Lengkong dan Gondang.
Selain itu, bendungan tersebut juga berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir.
Bendungan Semantok diproyeksikan mampu mereduksi debit banjir hingga sekitar 137 meter kubik per detik di wilayah hilir Sungai Semantok.
Optimalisasi Bendungan Semantok untuk menyuplai D.I. Waduk Bening menunjukkan pemanfaatan infrastruktur sumber daya air tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kondisi normal.
Bendungan juga dioptimalkan untuk memperkuat pasokan air ketika terjadi penurunan ketersediaan air akibat musim kemarau.
Melalui pengelolaan sumber daya air adaptif dan terintegrasi, Kementerian PU terus menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus memperkuat keandalan sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
