2 Warga Pekalongan Tewas Tertimbun Longsor, Karhutla Landa Tiga Daerah


JAKARTA – Dua orang meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor saat menggali pondasi di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam waktu hampir bersamaan, kebakaran lahan terjadi di tiga daerah hingga menghanguskan total 20 hektare lahan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian tersebut dalam laporan bencana periode Selasa, 6 Oktober hingga Rabu, 7 Oktober pukul 07.00 WIB.

Longsor di Pekalongan terjadi pada Selasa sekitar pukul 10.30 WIB. Dua korban tengah melakukan aktivitas penggalian pondasi ketika tanah di sisi galian tiba-tiba bergerak dan menimbun keduanya.

BPBD Kabupaten Pekalongan bersama masyarakat melakukan kaji cepat, koordinasi lintas sektor, hingga proses evakuasi. Kedua korban berhasil dievakuasi, namun nyawa mereka tak tertolong.

Di sisi lain, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Api membakar lahan seluas 13 hektare di Negeri Solan, Kecamatan Teluk Waru, pada Senin, 5 Oktober malam.

Kondisi lahan yang kering akibat kemarau berkepanjangan ditambah tiupan angin kencang membuat api cepat menyebar dan membakar vegetasi yang mengering.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur bersama dinas pemadam kebakaran, perangkat desa, dan masyarakat telah melakukan pemadaman. Saat ini api telah padam dan masih dalam tahap pemantauan,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Rabu, 7 Oktober.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kebakaran melanda lahan seluas 2 hektare di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, pada Selasa 6 Oktober sekitar pukul 23.00 WITA.

Penyebab kebakaran di lokasi tersebut belum diketahui. BPBD Kabupaten Minahasa berkoordinasi dengan pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat untuk menangani api.

“Saat ini api telah berhasil dipadamkan,” ucapnya.

Sementara di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kebakaran menghanguskan 5 hektare lahan di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi. Kebakaran yang terjadi pada Selasa siang itu meliputi 2 hektare lahan tebu dan 3 hektare lahan jati.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sragen bersama Polri, aparatur kecamatan, perangkat desa dan warga melakukan penanganan di lokasi. Upaya pemadaman sempat terkendala kondisi jalan menuju lokasi yang sulit, curam dan licin.

Penyebab kebakaran di Sragen masih dalam penyelidikan. Api kini telah berhasil dipadamkan.

Rangkaian kejadian tersebut membuat BNPB kembali meminta pemerintah daerah memperkuat pemantauan di wilayah yang memiliki potensi karhutla maupun longsor, terutama ketika kondisi lingkungan rawan.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan serta tanah longsor serta memastikan peralatan pemadaman dan evakuasi dalam kondisi siap pakai,” jelas Berton.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *