Bosan Yogurt? Enam Makanan Ini Juga Kaya Probiotik untuk Kesehatan Usus


JAKARTA – Yoghurt bukan satu-satunya pilihan untuk menambah asupan probiotik. Sejumlah makanan fermentasi, mulai dari tempe hingga kimchi, juga mengandung bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.

Antara, disitat Senin, 5 Oktober yang mengutip Real Simple, ahli gizi merekomendasikan beberapa pilihan makanan kaya probiotik bagi orang yang ingin mencari alternatif selain yoghurt.

Salah satu yang paling dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia adalah tempe. Makanan hasil fermentasi kedelai ini tidak hanya mengandung probiotik, tetapi juga protein, serat, dan mineral.

“Tempe mudah dimasak dan secara keseluruhan merupakan alternatif daging nabati yang baik,” kata ahli gizi Jenny Beth Kroplin.

Tempe dapat digoreng, ditumis, atau diolah menjadi berbagai hidangan. Selain mudah ditemukan, bahan ini juga fleksibel untuk menu harian.

Pilihan lain adalah kimchi. Makanan tradisional Korea ini dibuat dari sayuran yang difermentasi bersama aneka bumbu.

Ahli gizi terdaftar Kelli Morgan mengatakan kimchi mengandung kultur hidup sekaligus serat. Kimchi bisa dimakan langsung atau menjadi pelengkap nasi, telur, roti panggang, dan berbagai hidangan lain.

Morgan juga menyarankan kimchi dipadukan dengan bahan kaya prebiotik seperti bawang bombay atau bawang putih untuk menambah manfaat bagi pencernaan.

Kefir juga masuk dalam daftar. Minuman susu fermentasi ini kaya probiotik dan protein, dengan tekstur yang lebih encer dibanding yoghurt.

Kefir bisa diminum langsung atau dicampur ke dalam smoothie. Morgan menyebut pisang dan oat dapat menjadi pasangan yang baik karena keduanya merupakan sumber serat prebiotik.

Selain itu, ada pasta miso. Produk fermentasi kedelai ini mengandung kultur probiotik aktif dan dapat digunakan untuk membuat sup, bumbu perendam, atau campuran saus.

Keju cottage juga dapat menjadi pilihan, tetapi tidak semua produknya otomatis mengandung probiotik. Kroplin menyarankan konsumen memeriksa label untuk memastikan ada kultur hidup seperti Lactobacillus acidophilus atau Bifidobacterium lactis.

Pilihan terakhir adalah sayuran fermentasi seperti sauerkraut dan acar. Menurut Kroplin, sayuran yang difermentasi atau diasamkan dapat memberi manfaat probiotik bagi kesehatan usus.

Makanan tersebut bisa dijadikan camilan, campuran salad, isian roti lapis, atau pendamping daging dan ikan panggang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *