Kepala Intelijen Jerman Peringatkan Risiko Bersenjata dengan Rusia


JAKARTA – Jerman berisiko terseret ke dalam konflik bersenjata dengan Rusia; demikian peringatan kepala badan intelijen luar negeri negara itu pada Hari Senin, seraya menyatakan Moskow kini memandang Berlin sebagai musuh utama.

Presiden Badan Intelijen Federal (BND) Martin Jaeger mengatakan kepada komite intelijen parlemen, konfrontasi dengan Rusia telah memasuki fase baru yang lebih berbahaya.

“Jerman berisiko terlibat dalam konflik bersenjata dengan Rusia. Percobaan serangan di Leipzig hanyalah salah satu contohnya,” ujarnya, merujuk pada upaya serangan pesawat nirawak (drone) terhadap pesawat kargo Ukraina pada Bulan Agustus, dilansir dari Anadolu (5/10).

“Tidak ada negara lain saat ini yang menimbulkan ancaman langsung, menyeluruh, dan nyata seperti itu terhadap Jerman,” kata Jaeger.

“Kami tidak menginginkan konfrontasi ini. Rusia memaksakannya kepada kami dan menganggap kami sebagai musuh utama, karena kami menolak menerima kebijakan revisionis dan ekspansionisnya serta perang agresinya terhadap Ukraina,” tandasnya.

Jaeger mengatakan kepada para anggota parlemen, menurut penilaian BND, Jerman telah menjadi hambatan utama bagi “proyeksi kekuatan hegemonik Rusia di Eropa” dan karenanya menjadi target utama operasi Rusia.

Ia menuduh Moskow meningkatkan aktivitas terselubung yang semakin agresif oleh badan-badan intelijennya di dalam dan terhadap Jerman.

“Rusia sedang melancarkan perang bayangan terhadap kami,” kata Jaeger, merujuk pada upaya sabotase dan serangan hibrida lainnya.

“Perang yang tidak dideklarasikan ini tidak dapat dipahami dalam kategori militer atau hukum konvensional. Jerman belum menyatakan status pertahanan konstitusional, namun kami sedang diserang,” urainya.

Jaeger mengatakan, badan-badan intelijen membutuhkan wewenang baru dan rancangan undang-undang pemerintah akan memperkuat BND sebagai garda terdepan pertahanan Jerman.

“Badan intelijen Rusia beroperasi dengan tingkat profesionalisme dan kekejaman yang tinggi,” ujarnya.

“Ancaman serangan terhadap target-target di Jerman tetap nyata dan ada di depan mata. Kita harus menangkalnya. Hal ini juga menuntut perubahan mendasar pada Badan Intelijen Federal (BND),” jelasnya.

Rusia belum memberikan pernyataan segera sebagai tanggapan atas peringatan kepala BND tersebut. Sebelumnya, Moskow telah menepis tuduhan mengenai serangan hibrida di Eropa sebagai tuduhan yang tidak berdasar, serta menuding pemerintah-pemerintah Barat menggunakan klaim semacam itu untuk membenarkan peningkatan belanja militer dan mempertahankan dukungan bagi Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengunjungi Kyiv dan mengumumkan langkah-langkah baru untuk mendukung Ukraina.

Hanya beberapa jam sebelum kunjungan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia telah mendesak para diplomat asing dan pengunjung lainnya untuk menjauhi ibu kota Ukraina, terutama lokasi militer dan gedung-gedung pemerintah. Serangan drone terhadap Kyiv terus terjadi selama kunjungan tersebut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *