JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah menerima tanggapan Amerika Serikat mengenai usulan yang disampaikan melalui mediasi Qatar, kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani pada hari Rabu, menurut penyiar negara IRIB.
Mohajerani tidak segera mengungkapkan isi tanggapan Washington ataupun langkah selanjutnya yang akan diambil Teheran, dikutip dari Anadolu (30/9).
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan keberhasilan Nota Kesepahaman Islamabad, menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).
Ia mengatakan, penjelasan mengenai manfaat negosiasi dan apa yang telah dicapai tidak boleh ditafsirkan sebagai sikap tunduk kepada pihak lawan Iran, melainkan sebagai bentuk transparansi.
Presiden Pezeshkian juga menegaskan, Iran tidak mengorbankan prinsip-prinsipnya dalam ketentuan apa pun di Nota Kesepahaman Islamabad tersebut.
Ia menggambarkan kesepakatan itu sebagai “sumber kebanggaan” dan “dokumen yang menentukan serta sangat berpengaruh” dalam sejarah perkembangan yang melibatkan Iran.
Perkembangan ini terjadi setelah Menlu Araghchi pada Hari Senin mengatakan mediator Qatar akan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada Washington – yang telah dibahas bersama Teheran – mengenai cara memenuhi syarat Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Ia berharap tanggapan Negeri Paman Sam akan disampaikan kembali kepada Iran setelah konsultasi tersebut.
Iran menyatakan syarat-syaratnya mencakup penghentian tekanan militer dan ekonomi AS, pencairan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi, serta kesepakatan mengenai jalur pelayaran yang aman.
Tehran menyampaikan syarat-syarat tersebut kepada Washington melalui Qatar dalam pertemuan dua jam di sela-sela Sidang Umum PBB pekan lalu.
Diketahui, Iran tetap membatasi akses di Selat Hormuz sembari menuntut Washington memenuhi komitmen berdasarkan nota kesepahaman Bulan Juni.
Iran menyatakan jalur perairan tersebut tidak akan dibuka sepenuhnya sampai syarat-syarat Iran dipenuhi dan komitmen AS dilaksanakan.
Pada Bulan Februari, AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran, yang kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan target-target AS di kawasan tersebut sebelum kesepakatan gencatan senjata dicapai pada Bulan April.
Washington dan Tehran kemudian menandatangani nota kesepahaman pada Bulan Juni mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz, namun pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pendapat terkait keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
