JAKARTA – Bicara soal kesehatan reproduksi perempuan tidak cukup hanya dengan memastikan tersedianya layanan dan produk kesehatan. Di era yang serba modern ini, pengetahuan yang mudah dipahami hingga ruang yang aman untuk bertanya dan berbagi pengalaman turut menjadi bagian penting agar perempuan dapat lebih memahami tubuhnya dan mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya.
Namun, berbagai persoalan terkait kesehatan perempuan masih kerap dibicarakan secara terbatas. Menstruasi, misalnya, masih dapat menjadi topik yang dianggap tabu bagi sebagian masyarakat, terutama ketika menyangkut pengalaman remaja perempuan yang baru memasuki masa pubertas.
Minimnya informasi yang tepat dan terbatasnya ruang diskusi dapat membuat perempuan maupun remaja perempuan menghadapi fase tersebut tanpa dukungan yang memadai.
Upaya meningkatkan kesehatan perempuan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Edukasi perlu hadir secara berkelanjutan, sementara keluarga, sekolah, komunitas, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga sektor swasta memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan perempuan memperoleh informasi dan dukungan yang dibutuhkan.
Semangat tersebut menjadi salah satu landasan Kimberly-Clark Softex Indonesia dalam menjalankan HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman).
Bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation, program ini dirancang untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan perempuan dengan pendekatan yang mengikuti berbagai fase kehidupan, mulai dari masa remaja hingga kehamilan dan periode awal menjadi seorang ibu.
“Kami bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation menjalankan HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman), program yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan perempuan melalui pendekatan yang mengikuti berbagai tahap kehidupan, mulai dari masa remaja hingga kehamilan dan awal menjadi seorang ibu.,” ungkap Febrina Herlambang selaku Head Communications dan Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia dalam keterangan persnya kepada VOI, Kamis, 24 September.
Diperkenalkan sejak 2025, HER WAY telah dijalankan di sejumlah wilayah, di antaranya Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi. Program tersebut menggabungkan edukasi, penguatan kapasitas, serta keterlibatan masyarakat untuk memperluas akses perempuan terhadap informasi dan dukungan yang berkaitan dengan menstruasi, kesehatan ibu, dan kesehatan mental.
Dalam dua tahun pelaksanaan berikutnya, kolaborasi bersama Project HOPE ditargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta perempuan, anak perempuan, dan bayi di Indonesia. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi Kimberly-Clark Softex Indonesia, HER WAY juga berkaitan dengan komitmen global perusahaan untuk memberikan dampak positif kepada satu miliar jiwa pada 2030.
Memasuki fase berikutnya pada 2026, program tersebut diperluas melalui aktivitas yang dirancang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari perempuan dan remaja.
Kampanye digital, edukasi di sekolah, kelas untuk para ibu, sesi peer-to-peer, hingga kegiatan berbasis komunitas menjadi bagian dari upaya menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih relevan dan mudah diterima.
Di balik berbagai kegiatan tersebut, komunikasi menjadi elemen penting dalam memastikan isu kesehatan perempuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Bagi Febrina Herlambang, Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia yang memimpin program ini sejak planning, pemilihan lokasi dan mitra, program sosial tidak semata-mata berbicara mengenai aktivitas yang dilakukan perusahaan.
Lebih dari itu, komunikasi perlu membuat sebuah isu dapat dipahami, terasa dekat dengan kehidupan masyarakat, dan pada akhirnya mendorong terbentuknya ruang diskusi yang lebih terbuka.
Pemberdayaan perempuan, menurut Febrina, merupakan isu yang membutuhkan komunikasi secara konsisten. Hal tersebut menjadi semakin relevan karena sejumlah persoalan, termasuk menstruasi dan kesehatan reproduksi, masih belum selalu mudah dibicarakan secara terbuka dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai merek perawatan feminin terkemuka di Indonesia, Kami percaya peningkatan kesehatan menstruasi tidak hanya tentang penyediaan produk pembalut yang baik namun juga membutuhkan edukasi berkelanjutan, sistem dukungan komunitas yang kuat, serta kolaborasi antar sektor untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.”
“Program ini dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian serta kedekatan langsung dengan masyarakat, mulai dari organisasi kesehatan, pemerintah daerah, sekolah, guru, tenaga kesehatan, hingga komunitas dan sesama remaja melalui pendekatan peer-to-peer,” ungkap Febrina Herlambang.
Kolaborasi menjadi pendekatan yang digunakan agar edukasi mengenai kesehatan perempuan tidak berjalan secara terpisah. Masing-masing pihak dapat membawa peran dan pengalaman yang berbeda, sekaligus membantu memastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kolaborasi yang kuat dan didasari komitmen bersama terhadap masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Febrina.
Tantangan kesehatan perempuan membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya perusahaan dapat berkontribusi dengan menyediakan dukungan, sumber daya, serta membantu memperluas percakapan.
Sementara itu, mitra program membawa keahlian dan pemahaman yang lebih dekat terhadap kebutuhan masyarakat sehingga edukasi yang disampaikan dapat lebih tepat sasaran. Serta melalui edukasi berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, kami bertujuan untuk membantu menghilangkan stigma, serta memastikan setiap perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan layanan kesehatan yang layak mereka dapatkan.
Pendekatan tersebut membuat komunikasi dalam HER WAY tidak hanya hadir ketika sebuah program diluncurkan. Edukasi mengenai menstruasi pertama, kegiatan di lingkungan sekolah, sesi bersama remaja putri, hingga aktivitas yang berkaitan dengan peluncuran produk dapat menjadi ruang untuk terus menyampaikan pesan mengenai pentingnya kesehatan perempuan.
Bagi Kimberly-Clark Softex, penyediaan produk merupakan salah satu bagian dari upaya mendukung kesehatan menstruasi. Di sisi lain, perubahan pemahaman dan perilaku membutuhkan proses yang lebih panjang melalui edukasi yang konsisten, dukungan dari lingkungan sekitar, serta kerja sama berbagai sektor.
Melalui program social impact bersama para mitranya, Kimberly-Clark Softex Indonesia berupaya memperluas kesempatan bagi perempuan dan remaja perempuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, menghadapi stigma, serta memiliki ruang yang lebih nyaman untuk membicarakan pengalaman dan persoalan terkait kesehatan mereka.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
