JAKARTA – Indonesia mendorong penguatan konektivitas Indonesia dan Pacific Alliance untuk mewujudkan kemitraan efektif dan berkelanjutan, salah satunya dengan kerja sama kota cerdas.
Hal ini mengemuka dalam Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Pacific Alliance yang terdiri dari Chili, Kolombia, Meksiko dan Peru di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat.
“ASEAN dan Pacific Alliance merepresentasikan dua kawasan yang semakin terhubung, baik melalui pasar, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja sama,” jelas Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (23/9).
Menjelang dua dekade kerja sama ASEAN dan negara-negara di Amerika Latin yang tergabung dalam Pacific Alliance, Menlu Sugiono mengapresiasi komitmen kedua kawasan dalam keterbukaan ekonomi.
“ASEAN dan Pacific Alliance perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat. Ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Menlu Sugiono.
Kerja sama kota cerdas menjadi salah satu peluang untuk menerjemahkan konektivitas tersebut ke dalam kerja sama yang lebih konkret.
Indonesia melihat potensi untuk memperkuat jejaring antara kota-kota besar di ASEAN dengan kota-kota penting di Meksiko, Peru, Cili, dan Kolombia, sehingga hubungan kedua kawasan semakin dekat dan relevan bagi masyarakat.
Melalui jejaring antarkota tersebut, ASEAN dan Aliansi Pasifik diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan kerja sama yang semakin praktis dan relevan dengan tantangan perkotaan.
Indonesia menekankan, kemitraan kedua kawasan pada akhirnya harus menghasilkan manfaat nyata dan membuka peluang baru bagi masyarakat.
Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri ASEAN dan Pacific Alliance dipimpin bersama oleh Thailand dan Meksiko. Sektor kerja sama yang dilakukan meliputi bidang ekonomi, sektor pendidikan dan kepemudaan, lingkungan hidup, dan pariwisata.
Sebagai wujud kerja sama konkretnya, pada tahun 2025, ASEAN dan Pacific Alliance meluncurkan ASEAN-Pacific Alliance Online Learning Initiative on Tourism untuk membahas pariwisata berkelanjutan.
Meski terpisah secara geografis, kemitraan antara sebelas negara ASEAN dan empat negara Pacific Alliance menciptakan peluang besar bagi sumber pertumbuhan ekonomi dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kedua kawasan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
