NUSANTARA – Pembangunan Kompleks Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terus menunjukkan perkembangan. Tercatat, progres pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 12 persen hingga 29 Juli 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E-4 Otorita IKN Sony Alisa mengatakan, pembangunan Kompleksitas Yudikatif ditargetkan dapat rampung pada Desember 2027.
Hal tersebut disampaikan Sony kepada wartawan saat meninjau lokasi proyek pada Minggu, 16 Agustus.
“Target penyelesaian kami itu kalau sesuai kontrak multi years (MYC) dari awal Desember 2025 sampai akhir Desember 2027,” ucap Sony.
Kawasan Yudikatif sendiri dibangun melalui dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup Gedung Mahkamah Agung (MA) beserta kawasan pendukung dan Plaza Keadilan. Paket kedua meliputi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Yudisial.
Selain itu, Kawasan yudikatif tersebut juga akan dilengkapi jalan kawasan sepanjang 8 kilometer.
Adapun nilai kontrak untuk pengerjaan Kompleks Yudikatif mencapai Rp3,06 triliun. Perinciannya, sebanyak Rp1,40 triliun untuk pembangunan Gedung Mahkamah Agung serta Rp1,65 triliun untuk pengerjaan Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial.
“Yang untuk paket MK, KY dan masjid itu dari ADHI–Deta KSO, ya (Konsorsium PT Adhi Karya Tbk dan Deta Decon). Kalau untuk Mahkamah Agung itu dari Hutama Karya–Jakon (Konsorsium PT Hutama Karya dan Jaya Konstruksi),” terang Sony.
Sony tak menampik adanya kendala dalam pemenuhan bahan baku konstruksi imbas dinamika geopolitik yang sedang terjadi saat ini. Dia menyebut, harga solar naik signifikan akibat konflik di Timur Tengah.
“Oh betul, ini memang dari penyedia sempat mengeluh juga terkait kenaikan solar, ya. Ada geopolitik, kan, kemarin. Ya, ini yang kami dengan pimpinan coba diskusikan,” tuturnya.
Akan tetapi, Sony tetap optimistis proyek tersebut tetap bisa selesai pada Desember tahun depan. “Target (penyelesaian) pembangunan masih aman,” pungkasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
