JAKARTA – Pemerintah mempercepat pemulihan layanan air minum di Kota Padang setelah banjir bandang merusak sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM. Salah satu yang paling terdampak adalah SPAM Guo Kuranji yang melayani sekitar 10.000 sambungan rumah.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat memprioritaskan penanganan darurat agar pasokan air kepada warga bisa segera dipulihkan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya memperbaiki bangunan yang rusak.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Dody dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 15 Oktober.
SPAM Guo Kuranji memiliki kapasitas produksi 80 liter per detik. Banjir pada 9 Oktober membuat bangunan pengambilan air baku rusak hingga jebol, sementara sejumlah jaringan pipa transmisi terputus.
Kondisi itu membuat pemerintah lebih dulu menyiapkan penanganan sementara sambil melanjutkan pekerjaan permanen sesuai tingkat kerusakan di lapangan.
Perbaikan SPAM Guo Kuranji dikerjakan PT Hutama Karya. Pekerjaan meliputi perbaikan bangunan, mercu bendung dan sayap bangunan yang rusak akibat banjir.
Kerusakan kali ini menambah pekerjaan yang sebenarnya belum selesai. SPAM Guo Kuranji sebelumnya juga terdampak bencana pada November 2025 dan masih menjalani konstruksi perbaikan ketika banjir kembali datang.
Selain Guo Kuranji, kerusakan juga terjadi pada SPAM Palukahan dan SPAM Gunung Pangilun.
Di SPAM Palukahan, bangunan penampung air baku tertutup material banjir. Sementara pembangunan prasedimen SPAM Gunung Pangilun terganggu karena area konstruksi terendam.
Pemerintah menyesuaikan penanganan pada masing-masing lokasi berdasarkan kondisi aktual dan tingkat kerusakannya.
Fokus awal diarahkan pada pekerjaan yang bisa segera mengembalikan fungsi layanan, sebelum perbaikan permanen dilanjutkan.
Banjir bandang melanda Kota Padang pada 9 dan 10 Oktober. Selain merusak infrastruktur air minum, bencana tersebut juga mengganggu aktivitas warga di sejumlah wilayah terdampak.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
