Zelensky Puji Pertemuannya dengan Trump, Bahas Rudal Patriot dan Rusia


JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Hari Selasa, mengatakan mereka membahas izin untuk memproduksi pencegat pertahanan udara Patriot dan cara untuk menghidupkan kembali negosiasi dengan Rusia.

Presiden Zelensky menghabiskan lebih dari satu jam bersama Presiden Trump, dalam pembicaraan yang dilakukan dengan Kyiv dan Moskow untuk mengintensifkan serangan jarak jauh dan upaya diplomatik yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang yang terhenti.

“Terima kasih atas semua yang kita lakukan bersama untuk melindungi kehidupan warga Ukraina dan memajukan perdamaian,” kata Presiden Zelensky setelah pertemuan dalam unggahan di media sosial X seperti melansir Al Arabiya dari AFP (29/7).

“Presiden dan saya mendiskusikan izin produksi pencegat Patriot dan beberapa ide lain yang dapat membantu,” lanjutnya.

“Kami juga berbicara tentang diplomasi – penting untuk menghidupkan kembali proses diplomasi,” tandas Presiden Zelensky.

Lebiih lanjut Presiden Zelensky mengatakan para pejabat dari kedua negara akan mengatur diskusi lebih lanjut, menambahkan dia berterima kasih atas “dukungan kuat” Washington.

Diketahui, hubungan antara kedua pemimpin telah menghangat sejak awal masa jabatan Presiden AS yang kedua Donald Trump, dengan presiden dari Partai Republik itu pada awal bulan ini menyatakan serangan Ukraina di Rusia dapat membantu mengakhiri perang.

Sementara itu, seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP menjelang pertemuan, prioritas Kyiv adalah pasokan baru rudal anti-balistik dan cara untuk menghidupkan kembali diplomasi, lebih dari empat tahun setelah invasi besar-besaran Rusia.

Menurut PBB, bulan lalu adalah bulan paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak April 2022, ketika Rusia meningkatkan penggunaan rudal balistik yang sulit dicegat.

“Sangat penting bagi Washington untuk menyetujui pembelian paket rudal Patriot. Itu sangat penting,” kata pejabat Ukraina itu.

Sejak kembali berkuasa tahun lalu, Trump telah mengakhiri pengiriman langsung senjata AS ke Kiev, dan malah mengizinkan negara-negara Eropa membeli senjata untuk Ukraina.

Meski begitu, Washington tetap menjadi sekutu utamanya, memasok intelijen dan akses ke sistem satelit Starlink yang digunakan untuk komunikasi di medan perang.

Hubungan antara kedua pemimpin telah pulih sejak konfrontasi luar biasa mereka di Ruang Oval pada Bulan Februari 2025, ketika Trump menuduh Zelensky tidak berterima kasih dan “berjudi dengan Perang Dunia III.”

Pada pertemuan terakhir mereka di Turki bulan ini, Presiden AS memuji Presiden Ukraina karena melakukan “pekerjaan luar biasa” dan menawarkan lisensi kepada Kyiv untuk memproduksi rudal Patriot.

Pekan lalu, Zelensky berbicara dengan Utusan Presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner tentang bagaimana “menghidupkan kembali diplomasi” setelah perang Timur Tengah membuat perundingan Ukraina tidak masuk dalam agenda Washington.

Ukraina dan Rusia meningkatkan saling serang beberapa waktu belakangan. Beberapa jam sebelum pertemuan Zelensky dengan Trump, Kyiv meluncurkan ratusan drone ke Rusia.

Sementara itu, Moskow menembakkan lebih dari 100 drone ke Ukraina dalam semalam dan terus menyerang pelabuhan Odesa dan kapal-kapal yang membawa ekspor pertanian Ukraina.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *