YOGYAKARTA – Tahukah Anda, keseimbangan hormon jadi salah satu alasan mengapa malam hari membuat kita lebih mudah overthinking. Namun overthinking juga bisa dipicu banyak faktor. Artikel ini akan membahas alasan seseorang mudah overthinking saat malam hari.
Mengapa Malam Hari Membuat Kita Lebih Mudah Overthinking
Pemicu overthinking saat malam ternyata bisa dari faktor internal maupun eksternal. Berikut ini beberapa alasannya.
- Faktor hormon
Dilansir dari situs resmi Hannah Joseph Hospital, saat malam hari kadar kortisol menurun dan otak jadi lebih reflektif. Saat pikiran diam di malam hari, overthinking akan terjadi. Berbeda, saat siang hari pikiran lebih sibuk. Selain itu kortisol juga akan lebih tinggi sehingga lebih waspada dan tidak ada waktu untuk overthinking.
- Malam minim aktivitas
Pada siang hari, seseorang biasanya memiliki banyak aktivitas. Pekerjaan, sekolah, perjalanan, percakapan, dan berbagai kegiatan lain membuat perhatian terus teralihkan. Ketika malam tiba, aktivitas tersebut berkurang. Suasana menjadi lebih tenang dan rangsangan dari lingkungan juga lebih sedikit.
Kondisi tersebut memberi lebih banyak ruang bagi pikiran untuk memikirkan berbagai hal yang sebelumnya tertunda. Karena itu, bukan selalu masalahnya yang muncul pada malam hari. Bisa jadi, seseorang baru memiliki waktu untuk benar-benar memikirkannya.
- Tubuh lelah tetapi pikiran belum tenang
Rasa lelah tidak selalu berarti pikiran langsung tenang. Setelah menjalani aktivitas seharian, tubuh membutuhkan istirahat. Namun, berbagai persoalan yang belum selesai masih dapat membuat otak tetap aktif. Akibatnya, muncul situasi ketika seseorang sudah berbaring dan memejamkan mata, tetapi pikirannya terus berjalan. Kondisi ini dapat membuat waktu untuk tertidur menjadi lebih lama.
- Penggunaan ponsel memperburuk keadaan
Sebagian orang mengatasi rasa sepi pada malam hari dengan membuka media sosial atau menonton berbagai konten. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu membuat pikiran lebih tenang. Melihat kehidupan orang lain di media sosial dapat memicu perbandingan sosial. Sementara itu, membaca berita atau konten yang memicu emosi juga dapat membuat pikiran semakin aktif. Penggunaan perangkat menjelang tidur juga dapat mengganggu rutinitas tidur, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.
- Kekhawatiran tentang hari esok mulai muncul
Malam juga menjadi waktu ketika seseorang mulai memikirkan hari berikutnya. Ada yang memikirkan pekerjaan, tugas, pertemuan, ujian, atau masalah yang harus diselesaikan. Kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi dapat membuat pikiran terus membuat berbagai kemungkinan. Masalahnya, tidak semua kemungkinan tersebut benar-benar akan terjadi.
Itulah beberapa alasan mengapa malam hari membuat kita lebih mudah overthinking. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
