JAKARTA – Pemerintah berencana menerbitkan Panda Bond sekitar 1 miliar dolar AS untuk menutup sebagian defisit anggaran sekaligus memperluas sumber pembiayaan negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan minat investor China terhadap surat utang berdenominasi yuan tersebut cukup baik. Namun, hasil akhir dan tingkat imbal hasilnya masih menunggu penutupan proses penawaran.
“Minatnya bagus, cuma saya belum tahu hasil akhirnya seperti apa. Penutupan bukunya bagus, tetapi saya cek lagi,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 23 Juli.
Panda Bond adalah surat utang yang diterbitkan pihak asing di pasar China dalam mata uang renminbi atau yuan.
Purbaya mengatakan penerbitan pertama dibatasi sekitar 1 miliar dolar AS untuk memperkenalkan Indonesia kepada investor di pasar China.
“Kita akan menerbitkan sekitar 1 miliar dolar karena ini masih pertama, untuk pengenalan pasar dulu,” ujarnya.
Pemerintah dapat kembali menerbitkan Panda Bond dengan jumlah lebih besar bila diperlukan.
Purbaya mengatakan dana hasil penerbitan akan digunakan untuk membiayai sebagian defisit anggaran. Instrumen tersebut juga menjadi bagian dari diversifikasi pendanaan pemerintah yang selama ini banyak bergantung pada surat utang berdenominasi dolar AS.
Selain pasar China, pemerintah telah mencari sumber pembiayaan dari Jepang dan Australia.
Purbaya juga menegaskan surat utang Indonesia memperoleh peringkat AAA untuk penerbitan di pasar China. Ia membantah tudingan bahwa peringkat tersebut tidak benar.
“Triple A betul, ada suratnya dari sana. Ada yang bilang saya bohong. Bohong bagaimana? Dari sana ada suratnya,” katanya.
Tingkat imbal hasil Panda Bond belum ditetapkan karena proses pembentukan harga masih berlangsung.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
