PONTIANAK, Fokus Berita
Operasi Tangkap Tangan (OTT) di perusahaan daerah Kabupaten Bengkayang membawa angin segar bagi para pemburu koruptor. Tidak terkecuali PW GNPK RI Kalbar yang merespon sangat positif.
PW GNPK RI Kalbar menilai OTT tersebut menjadi pintu masuk bagi penegak hukum untuk lebih intensif dalam penegakan hukum, terkhusus tindak pidana korupsi (TIPIKOR).
Menurut PW GNPK RI Kalbar, dengan cara OTT prosesnya cepat dan tidak memerlukan biaya banyak.
“Semoga OTT yang dilakukan Polda Kalbar bisa terulang pada kasus TIPIKOR lainnya di Kalbar. Hari ini di Bengkayang, mungkin besoknya di kabupaten atau di lokasi lainnya di Kalbar,” ujar Ketua PW GNPK RI Kalbar, *Ellysius Aidy*, Jumat (2/10/2026).
Ia menegaskan, penindakan jangan berhenti sampai pada pihak yang di-OTT saja.
“Jangan berhenti sampai yang di OTT, namun harus diselidiki sampai ke aktor di belakang layarnya juga. Ini harapan dari PW GNPK RI Kalbar serta masyarakat yang gerah melihat korupsi semakin berani dan semakin subur,” tegasnya. (Amad)
