JAKARTA – Ledakan roket New Glenn milik Blue Origin mulai berbuntut panjang. Landasan peluncuran yang rusak dalam uji nyala mesin itu kemungkinan baru bisa pulih pada 2028, kata Administrator NASA Jared Isaacman.
Dilansir Xinhua, Selasa, 2 Juni, ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu AS pada Kamis di Launch Complex 36, Cape Canaveral Space Force Station, Florida. Lokasi itu menjadi satu-satunya landasan operasional yang saat ini dapat mendukung peluncuran roket New Glenn.
New Glenn adalah roket besar milik Blue Origin, perusahaan antariksa yang didirikan Jeff Bezos. Roket ini disiapkan untuk membawa muatan berat ke orbit dan menjadi bagian penting dari ambisi Blue Origin bersaing di industri peluncuran antariksa.
Dalam wawancara dengan CNBC, Isaacman mengatakan target pemulihan pada 2028 masih berada dalam kemungkinan.
“Kami tentu ingin melihat Blue Origin sangat sukses,” kata Isaacman.
Ia mengatakan pemulihan landasan, bantuan keahlian teknis, dan analisis akar masalah menjadi langkah penting setelah ledakan tersebut.
“Mari kita cari tahu apa yang rusak, lalu kita harus terus bergerak maju,” ujarnya.
CEO Blue Origin Dave Limp mengatakan melalui platform X bahwa perusahaan telah mendapat kembali akses terbatas ke Launch Complex 36. Blue Origin juga sedang menyelidiki anomali yang terjadi saat uji nyala mesin.
Uji nyala mesin atau hot-fire test adalah pengujian mesin roket di darat sebelum peluncuran. Mesin dinyalakan untuk memeriksa kinerja, tekanan, dan sistem pendukung tanpa menerbangkan roket.
“Kami akan segera mulai membersihkan landasan peluncuran dan sudah memiliki rencana pembangunan kembali yang baik,” kata Limp.
Ledakan ini berpotensi menunda misi New Glenn berikutnya. Dampaknya juga bisa menjalar ke jadwal beberapa misi eksplorasi Bulan NASA.
Blue Origin merupakan salah satu mitra komersial penting NASA dalam program Artemis, proyek Amerika Serikat untuk membawa manusia kembali ke Bulan dan membangun pijakan jangka panjang di sana.
