Jepang Bikin Cip Wi-Fi Tahan Radiasi, Bisa Bantu Bongkar Fukushima


JAKARTA – Lembaga riset Jepang mengembangkan cip penerima Wi-Fi yang bisa tetap bekerja selama berjam-jam dalam radiasi ekstrem. Teknologi ini disiapkan untuk membantu pekerjaan berisiko tinggi di PLTN Fukushima Daiichi.

Dikutip dari Kyodo News, Minggu, 31 Mei, cip itu dikembangkan oleh Institute of Science Tokyo dan High Energy Accelerator Research Organization.

Cip tersebut mampu bertahan hingga paparan radiasi 500 kilogray. Angka ini penting karena area tertentu di Fukushima masih berbahaya bagi manusia, terutama di sekitar puing bahan bakar nuklir.

Atsushi Shirane, profesor madya di Advanced Integrated Electronics Research Core, berharap cip ini bisa memperluas penggunaan robot dan drone yang dikendalikan dari jarak jauh tanpa kabel.

“Operasi jarak jauh nirkabel menggunakan robot dan drone diharapkan dapat didorong, sehingga memungkinkan pengurangan risiko paparan radiasi bagi pekerja,” kata Shirane.

Selama ini, robot banyak digunakan di area Fukushima yang tidak aman bagi manusia. PLTN itu mengalami lelehan inti reaktor setelah gempa dan tsunami besar melanda timur laut Jepang pada Maret 2011.

Masalahnya, sebagian besar robot masih bergantung pada kabel. Dalam pekerjaan rumit seperti pembongkaran fasilitas nuklir, kabel bisa membatasi gerak robot dan menyulitkan penggunaan beberapa robot sekaligus.

Masih menurut Kyodo News, tim peneliti menyampaikan persoalan itu dalam studi yang dipaparkan pada konferensi internasional di San Francisco pada Februari.

Menurut para peneliti, radiasi gamma yang kuat dari puing bahan bakar di PLTN dapat membuat cip mengalami kebocoran listrik dan sinyal melemah. Perangkat komunikasi biasa tidak cukup tahan untuk bekerja di lingkungan seperti itu.

Untuk mengatasinya, para peneliti mengurangi jumlah transistor pada cip penerima Wi-Fi. Sebagian transistor diganti dengan induktor, yakni komponen pasif yang lebih tahan terhadap radiasi.

Mereka juga memperbesar ukuran transistor yang tersisa. Perangkat yang lebih besar dinilai tidak mudah rusak oleh paparan radiasi.

Dalam uji kinerja, cip itu tetap memungkinkan komunikasi nirkabel berjalan normal setelah terkena dosis radiasi sangat tinggi. Menurut tim peneliti, dosis tersebut lebih dari 1.000 kali di atas batas untuk semikonduktor yang dirancang bagi aktivitas luar angkasa.

Teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk Fukushima. Para peneliti menyebut cip Wi-Fi tahan radiasi itu juga dapat digunakan untuk misi luar angkasa dan pembangunan infrastruktur nirkabel di lingkungan ekstrem.

Jika berhasil diterapkan, cip ini bisa membantu robot dan drone bekerja lebih leluasa di area berbahaya, sementara pekerja manusia tetap berada lebih jauh dari sumber radiasi.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *