JAKARTA – Harga sejumlah komoditas pangan di Jakarta mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kenaikan terjadi pada beberapa bahan pangan strategis seperti cabai dan bawang yang dipicu gangguan produksi di daerah pemasok hingga meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengatakan lonjakan harga dipengaruhi kombinasi faktor cuaca dan tingginya kebutuhan masyarakat.
“Penyebab utamanya adalah kombinasi faktor cuaca dan peningkatan permintaan,” kata Chico kepada wartawan, Senin, 25 Mei.
Chico menjelaskan curah hujan yang masih tinggi di sejumlah daerah produsen menyebabkan produksi hortikultura menurun. Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas panen sejumlah komoditas pangan.
“Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan penurunan produksi dan kualitas panen hortikultura. Selain itu, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman. Hal ini langsung berdampak pada pasokan ke Jakarta,” ujarnya.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat juga meningkat menjelang Iduladha, baik untuk konsumsi harian maupun persiapan hari raya.
Pemprov DKI pun meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah kenaikan harga pangan yang mulai terjadi.
“Fluktuasi harga menjelang Iduladha adalah fenomena musiman yang sedang kami pantau ketat. Masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak panic buying. Kami berkomitmen menjaga inflasi pangan tetap terkendali demi kesejahteraan warga Jakarta,” ucap Chico.
Untuk menahan lonjakan harga, Pemprov DKI melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) disebut melakukan pemantauan rutin harga pangan di pasar tradisional. Pengawasan dilakukan secara langsung maupun melalui aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).
Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan produsen, distributor, hingga BUMD pangan untuk menjaga pasokan tetap aman menjelang Iduladha.
“Intervensi pasar jika diperlukan, termasuk distribusi pangan bersubsidi dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Khusus untuk kebutuhan hewan kurban, Pemprov DKI mengklaim stok dalam kondisi aman. Persiapan pasokan disebut sudah dilakukan sejak awal melalui Perumda Dharma Jaya.
“Pemprov menjamin ketersediaan stok melalui persiapan awal oleh Dharma Jaya dengan target ribuan ekor sapi agar harga tetap terkendali dan tidak ada lonjakan berlebih,” tutur Chico.
Pemprov DKI juga mengintensifkan pengawasan distribusi pangan dari daerah produsen hingga pasar-pasar utama di Jakarta guna mengantisipasi gangguan pasokan akibat cuaca buruk.
