JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI bersama KBRI Moskow, mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli, importir, distributor, dan mitra usaha dari Rusia serta negara-negara anggota EAEU dalam Indonesia Eurasian Economic Union (EAEU) Business Gathering di sela-sela World Food Moscow 2026 (16/9).
Business gathering yang digelar KBRI Moskow ini menjadi langkah konkret untuk mempersiapkan dunia usaha dalam memanfaatkan Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (I–EAEU FTA).
Melalui kegiatan ini, Indonesia mendorong agar peluang yang dibuka oleh I–EAEU FTA dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh dunia usaha. Selain meningkatkan akses pasar, perjanjian tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpelaku usaha serta membuka peluang perdagangan dan kemitraan baru antara Indonesia dan negara-negara EAEU.
Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI menekankan pentingnya pelibatan dunia usaha sejak sebelum perjanjian mulai berlaku, dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (23/9).
Sosialisasi sejak dini dan penguatan jejaring bisnis diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami peluang yang tersedia dan menerjemahkannya menjadi kerja sama komersial yang konkrit.
Penyelenggaraan Business Gathering juga memanfaatkan keikutsertaan enam perusahaan Indonesia pada World Food Moscow 2026. Kehadiran perusahaan Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk makanan dan minuman Indonesia sekaligus membangun hubungan langsung dengan calon mitra bisnis di pasar Rusia dan kawasan Eurasia.
Kegiatan turut memperkenalkan Indonesia–Europe Business Forum (IEBF) dan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai platform lanjutan bagi pelaku usaha Rusia dan negara-negara EAEU untuk menjajaki peluang perdagangan, investasi, dan kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia.
Pertemuan diakhiri dengan sesi business matching dan networking, dimana teridentifikasi sejumlah peluang kerja sama di sektor rempah-rempah, minuman serta makanan olahan yang akan ditindaklanjuti oleh pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait.
Diketahui, I–EAEU FTA telah ditandatangani pada 21 Desember 2025. Indonesia telah meratifikasi perjanjian tersebut melalui Peraturan Presiden dan tengah menyelesaikan tahapan administratif menuju pemberlakuannya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
