JAKARTA – Erling Haaland mendesak Manchester City untuk menggunakan kekecewaan karena gagal meraih trofi Liga Inggris untuk tahun kedua berturut-turut sebagai motivasi untuk meraih gelar juara musim depan.
Arsenal dinobatkan sebagai juara untuk pertama kalinya sejak 2004 setelah Manchester City yang berada di posisi kedua ditahan imbang 1-1 di kandang Bournemouth pada Rabu, 20 Mei 2026, dini hari WIB.
Haaland menyamakan kedudukan pada menit kelima injury time di Vitality Stadium untuk membalas gol pembuka babak pertama Junior Kroupi.
Namun, tim asuhan Pep Guardiola tidak dapat menemukan gol kemenangan pada menit-menit terakhir untuk membawa persaingan gelar juara hingga partai terakhir.
“Setiap pertandingan di Liga Inggris itu sulit. Kami sudah berusaha, tetapi itu tidak cukup. Seluruh pemain harus menjadikan ini sebagai motivasi sekarang.”
“Kami harus marah, kami harus merasakan semangat membara di dalam diri kami karena ini belum cukup baik. Sudah dua tahun berlalu, rasanya seperti selamanya.”
“Kami akan melakukan segala yang kami bisa, semua orang yang akan berada di sini musim depan, untuk memenangi liga,” kata Haaland dalam sebuah wawancara dengan City Studios.
Manchester City melakukan perjalanan ke pantai selatan tiga hari setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Piala FA dan di tengah pembicaraan bahwa Manajer Pep Guardiola akan pergi setelah pertandingan kandang melawan Aston Villa pada 24 Mei 2026.
Pelatih asal Spanyol itu, yang masih memiliki sisa kontrak satu tahun, memberikan sedikit kejelasan tentang masa depannya dalam konferensi pers selepas pertandingan.
Setelah gagal memenangkan trofi utama musim lalu, Manchester City akan mengakhiri musim ini dengan dua trofi, setelah juga mengangkat Piala Carabao.
“Semuanya relatif. Ini lebih baik daripada musim lalu. Saya merasa kami masih bisa sedikit lebih berjuang di liga, tetapi sekarang sudah berakhir.”
“Kami memenangi dua trofi, yang penting, tetapi kami juga menginginkan Liga Inggris,” ujar Haaland.
Bournemouth menyia-nyiakan sejumlah peluang untuk memastikan kemenangan sebelum Haaland menyamakan kedudukan dengan gol ke-27 di liga musim ini.
“Tidak pernah mudah datang ke sini, terutama setelah final melawan tim yang sangat bagus. Final selalu lebih emosional, selalu lebih sulit karena Anda secara otomatis memberikan lebih banyak.”
“Jadwalnya berat. Tidak ada alasan. Namun, tidak mudah datang ke Bournemouth setelah bermain di Wembley di final Piala FA,” tutur pemain asal Norwegia itu.
