Bos Antam Keluhkan Penjualan Emas Menurun Imbas Aturan Wajib Lapor ke Ditjen Pajak


JAKARTA – Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Untung Budiarto mengeluhkan adanya penurunan tren penjualan emas Antam dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan respons konsumen terhadap kewajiban pelaporan transaksi emas kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 8/2026 tentang Perubahan atas PMK No. 228/2017 tentang Rincian Jenis Data dan Informasi serta Tata Cara Penyampaian Data dan Informasi yang Berkaitan dengan Perpajakan.

“Saat ini tren penjualan emas Antam sedang mengalami penurunan, dan hal yang dapat menjadi perhatian kami adalah respon pasar terhadap kewajiban ILAP tersebut,” ujar Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu, 16 September.

Dikatakan Untung, sejatinya ANTM mendukung kebijakan tersebut karena transparansi transaksi dan kepatuhan perpajakan merupakan bagian penting dari tata kelola industri yang baik. Namun dirinya meminta penerapan peraturan yang adil dan setara bagi seluruh pelaku perdagangan emas.

“Jangan hanya Antam dan anak perusahaan Antam. Karena Terdapat potensi konsumen yang merasa keberatan, kemudian mengalihkan transaksi dari butik resmi Antam ke toko atau pedagang emas lainnya yang tidak memiliki kewajiban pelaporan yang sama,” beber dia.

Ia menilai, pemberlakuan aturan ini tidak hanya berdampak pada penjualan Antam, tetapi juga berpotensi menggeser transaksi dari kanal yang formal dan tercatat ke kanal yang tingkat pengawasannya belum tentu sama.

“Kami membutuhkan support dari Komisi XII untuk dapat mendukung penyamarataan kewajiban IUP kepada seluruh pemain dalam ekosistem perdagangan emas, sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perdagangan emas nasional yang transparan, tertib, dan menyeluruh,” tandas dia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *