Abu Vulkanik Ganggu Kualitas Udara, Ojek Online Hadapi Risiko Kesehatan Lebih Tinggi


JAKARTA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau belakangan ini tidak hanya perlu diwaspadai dari sisi keselamatan, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan.

Sebaran abu vulkanik dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan paparan partikel bagi masyarakat, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi pekerja yang sebagian besar waktunya dihabiskan di jalan, termasuk pengemudi ojek online. Berbeda dengan masyarakat yang dapat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk, pengemudi tetap perlu bepergian untuk menjalankan pekerjaannya.

Dalam hal itu, perlindungan terhadap saluran pernapasan dan mata menjadi bagian penting dalam menghadapi paparan abu vulkanik. Penggunaan masker ketika berada di luar ruangan, misalnya, dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel.

Selain pernapasan, mata juga perlu dilindungi. Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi. Ketika mata terkena abu, menguceknya justru perlu dihindari karena dapat memperburuk iritasi atau menyebabkan permukaan mata tergores oleh partikel yang menempel.

Paparan abu juga dapat menempel pada rambut, kulit, pakaian, dan berbagai permukaan. Setelah beraktivitas di luar ruangan, membersihkan diri dan mengganti pakaian dapat menjadi langkah untuk mengurangi paparan lebih lanjut.

Risiko paparan menjadi perhatian khusus bagi mereka yang pekerjaannya mengharuskan berada di luar ruangan dalam waktu panjang. Pengemudi sepeda motor misalnya, tidak hanya menghadapi abu yang beterbangan, tetapi juga kondisi jalan yang dapat berubah ketika permukaannya tertutup abu.

Dalam kondisi tersebut, keselamatan berkendara dan perlindungan kesehatan berjalan beriringan. Penggunaan helm full-face dengan visor tertutup dapat membantu melindungi wajah dan mata dari paparan langsung. Pengendara juga perlu lebih berhati-hati karena abu dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan mengurangi jarak pandang.

Sementara bagi pengemudi kendaraan roda empat, sirkulasi udara di dalam kabin menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pengaturan recirculate dapat digunakan untuk mengurangi masuknya udara dari luar ke dalam kabin ketika kondisi udara di luar kurang baik.

Belum lagi gangguan jarak pandang juga perlu diantisipasi. Pengemudi dianjurkan menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak dengan kendaraan lain, dan menggunakan pencahayaan kendaraan sesuai kondisi. Ketika kaca kendaraan terkena abu, pembersihan juga perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar permukaan kaca tidak tergores.

Sejumlah langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi keselamatan yang disampaikan kepada mitra pengemudi di tengah kondisi udara yang kurang baik. Di beberapa titik di Jabodetabek, ribuan masker juga dibagikan kepada mitra pengemudi yang tetap beraktivitas di jalan.

“Dalam situasi yang dapat berubah dengan cepat, banyak masyarakat tetap perlu menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk Mitra Pengemudi yang melayani kebutuhan mobilitas dan pengantaran. Karena itu, kami berupaya memberikan dukungan dari berbagai sisi, mulai dari penyediaan masker dan edukasi keselamatan bagi Mitra yang tetap beraktivitas di jalan hingga membantu masyarakat mengakses kebutuhan kesehatan, seperti masker dan vitamin, melalui GrabMart.”

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu ekosistem Grab agar lebih siap dan terlindungi dalam menghadapi kondisi udara yang kurang baik. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh Mitra Pengemudi yang tetap menjaga layanan bagi masyarakat di tengah kondisi yang menantang ini,” tutur Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia dalam keterangannya kepada VOI, Selasa, 16 September.

Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap kualitas udara yang buruk. Orang dengan gangguan pernapasan sebelumnya, anak-anak, lansia, serta kelompok tertentu yang lebih sensitif terhadap polusi udara perlu mendapat perhatian lebih ketika terjadi peningkatan paparan partikel di udara.

Keluhan yang muncul setelah terpapar abu dapat berupa batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, serta mata merah atau terasa perih. Paparan dalam jumlah tinggi atau dalam waktu lama juga dapat memperburuk keluhan pernapasan pada orang yang rentan.

Masyarakat di wilayah yang terdampak sebaiknya mengikuti informasi resmi mengenai aktivitas vulkanik dan kondisi kualitas udara. Jika aktivitas di luar rumah tidak diperlukan, mengurangi waktu berada di luar dapat menjadi salah satu cara untuk membatasi paparan.

Ketika harus keluar rumah, penggunaan perlindungan yang sesuai menjadi semakin penting. Masker yang digunakan juga perlu terpasang dengan baik agar dapat memberikan perlindungan secara optimal.

Jika setelah terpapar abu muncul keluhan yang berat, menetap, atau semakin memburuk, masyarakat sebaiknya mencari pertolongan medis.

Kondisi udara yang kurang baik juga membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan ketersediaan perlengkapan perlindungan di rumah. Masker menjadi salah satu kebutuhan yang banyak dicari ketika terjadi peningkatan paparan abu.

Data internal yang dihimpun Grab Indonesia menunjukkan permintaan masker melalui GrabMart meningkat hingga 24 kali lipat selama 5–8 September 2026. Peningkatan tersebut terutama tercatat di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung.

Layanan pengantaran kebutuhan sehari-hari dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mengurangi mobilitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang kurang baik. Produk seperti masker dan kebutuhan kesehatan lainnya dapat dipesan dari merchant di sekitar tempat tinggal.

Namun, penggunaan masker dan pemenuhan kebutuhan kesehatan saja tidak cukup untuk menghilangkan risiko paparan. Masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, mengikuti arahan otoritas, serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi tidak memungkinkan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan para Mitra Merchant untuk membantu menjaga ketersediaan produk kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya Grab untuk membantu masyarakat, Mitra Pengemudi, dan merchant menghadapi situasi dengan lebih siap. Kami mengajak semua pihak untuk saling menjaga dan berharap kondisi ini dapat segera membaik,” tutup Melinda.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *