JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan topi bertuliskan “Trump 2028” dan bercanda soal mengejar masa jabatan baru saat menghadiri jamuan tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih atau WHCA, Jumat malam.
Anadolu Agency dikutip Sabtu, 25 Juli, menyebut acara tersebut merupakan jamuan WHCA yang dijadwalkan ulang setelah agenda awal pada April terganggu penembakan di dekat pos pemeriksaan keamanan.
“Saya dengan senang hati mengumumkan niat saya untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai presiden Amerika Serikat,” kata Trump.
Ia lalu bercanda telah “menang tiga kali” dan semakin mahir mencalonkan diri sebagai presiden.
Ucapan tersebut tampaknya disampaikan sebagai gurauan. Amandemen ke-22 Konstitusi AS membatasi seseorang terpilih sebagai presiden maksimal dua kali.
Trump juga menyindir media. Ia mengklaim 93 persen pemberitaan tentang dirinya bernada negatif dan mengatakan sebagian wartawan tidak menyukainya.
“Tempat ini benar-benar menjadi kumpulan terbesar orang-orang dengan sindrom kebencian terhadap Trump yang pernah berada dalam satu ruangan,” ujarnya.
Jamuan WHCA semula dijadwalkan pada April, tetapi terganggu penembakan di dekat pos pemeriksaan keamanan ketika sejumlah pejabat pemerintahan Trump menghadiri acara tersebut.
Presiden WHCA yang akan mengakhiri masa jabatan, Weijia Jiang, membuka acara dengan menegaskan wartawan tidak akan gentar menghadapi kekerasan.
“Kami kembali. Kami tidak akan terintimidasi. Kami menolak membiarkan tindakan kekerasan menjadi kata terakhir,” kata Jiang.
Trump ikut menyinggung insiden itu. Menurutnya, banyak pelajaran diperoleh mengenai keamanan dan bahaya yang dihadapi semua pihak dalam pekerjaan mereka.
Ia kemudian melontarkan candaan lain.
“Seperti masa kepresidenan saya, yang kedua selalu lebih baik,” kata Trump.
Dalam pidatonya, Trump juga membahas Iran. Ia mengklaim militer AS telah menghancurkan 250 jet tempur dan 159 kapal milik Iran.
“Mereka hanya memiliki sangat sedikit drone yang tersisa, terlepas dari apa yang Anda lihat,” ujarnya.
Trump mengatakan Iran sedang berbicara dengan AS dan ingin mencapai kesepakatan. Namun, ia menilai Teheran belum siap.
“Saya rasa mereka belum siap. Saya rasa sekarang belum waktunya. Namun, saya bersedia mendengarkan. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” katanya.
Trump menutup pidatonya dengan sindiran terakhir terhadap acara tersebut.
“Ini malam yang menarik. Saya tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi, dan ternyata jauh lebih buruk daripada yang saya bayangkan,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
