JAKARTA – Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Balkhash akan dimulai tahun depan. Konsorsium konstruksi PLTN pertama di Kazakhstan ini dipimpin perusahaan energi atom negara Rusia, Rosatom.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan keputusan negaranya tepat dalam membangun PLTN tersebut.
“Kazakhstan adalah produsen uranium terkemuka di dunia dan memiliki infrastruktur nuklir. Oleh karena itu, pilihan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir benar-benar tepat. Keputusan rakyat selama referendum bersejarah pada tahun 2024 ini, pada intinya, bersifat peradaban,” katanya dikutip dari Tass pada Rabu 1 Juli.
Tokayev menambahkan, dengan adanya PLTN nantinya Kazakhstan akan terjamin dalam kedaulatan energi dan memiliki fondasi yang andal untuk ekonomi digital terkait energi masa depan.
Keputusan untuk memilih Rosatom untuk membangun PLTN pertama negara itu dibuat oleh Pemerintah Kazakhstan pada 2025.
Pada Mei 2026, selama kunjungan kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Kazakhstan, Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev mengatakan perusahaan pelat merah Rusia yang dipimpinnya berharap untuk memulai tahap konstruksi PLTN Balkhash pada tahun 2027.
Badan Energi Atom Kazakhstan kemudian menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk memulai konstruksi tahun depan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
