
JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan melaksanakan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar.
SCCC berlokasi di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menilai, kondisi lokasi yang strategis bagi pembangunan SCCC tersebut sebagai penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas di Nusantara.
“Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari bapak/ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan,” ujar Basuki dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni.
Dari total nilai kerja sama tersebut, komponen pembangunan gedung SCCC memiliki nilai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Bangunan seluas sekitar 1.098 meter persegi tersebut direncanakan terdiri atas dua lantai, dengan lantai pertama untuk control room dan ruang pertemuan.
Sedangkan lantai kedua untuk area pameran serta AI & Robotics Lab. Area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas. Pembangunan gedung SCCC ini berlangsung selama sepuluh bulan serta ditargetkan selesai pada akhir 2027.
Selain pembangunan gedung, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul.
Komponen tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik dan kerja sama Indonesia–Korea di bidang smart city.
Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT) Choi Jung-won menuturkan, SCCC diharapkan menjadi ruang kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas.
“Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun kota baru yang menjadikannya sebagai kota pintar, yaitu Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut juga, melalui kolaborasi teknologi smart city yang kami miliki,” tuturnya.
Otorita IKN berharap, SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan, termasuk bagi ekosistem pendidikan di delineasi IKN, ruang demonstrasi solusi kota cerdas serta wadah pengembangan ekosistem teknologi di Nusantara.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
