JAKARTA – Negara-negara G7 Eropa dan Amerika Serikat akan memberikan lisensi kepada perusahaan-perusahaan yang berbasis di Ukraina untuk memproduksi rudal jarak jauh dan sistem pertahanan udara, kata sebuah sumber diplomatik pada Hari Rabu, dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkonfirmasi langkah tersebut.
Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan G7 di Kota Evian, Prancis pada 15-17 Juni yang dihadiri oleh para pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, yang berjanji untuk meningkatkan tekanan pada Rusia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun melawan Ukraina.
“Kita akan memproduksi secara berlisensi tidak hanya sistem pertahanan udara, tetapi juga kemampuan serangan jarak jauh,” kata sumber diplomatik tersebut, melansir Al Arabiya dari AFP (18/9)
Sementara itu, Kanselir Jerman Merz mengonfirmasi keputusan tersebut, dan mengatakan kepada wartawan: “Saat ini kita semua memproduksi terlalu sedikit, dan ini dapat diimbangi dengan memberikan lisensi kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan produksi ini, termasuk perusahaan-perusahaan Eropa dan Ukraina.”
Perusahaan-perusahaan AS, khususnya, akan dapat memberikan lisensi untuk tujuan ini kepada produsen Eropa, kata Kanselir Merz, menambahkan bahwa Ia “bersyukur” kepada Presiden AS Donald Trump “atas kemauan besar untuk bekerja sama ini.”
Keputusan ini menyusul pernyataan G7 semalam yang berjanji untuk “meningkatkan pengiriman kapasitas pertahanan udara, sistem tambahan dan pencegat, serta kemampuan jarak jauh” ke Kyiv, dan untuk mempertimbangkan lisensi guna meningkatkan produksi militer domestik Ukraina.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Hari Rabu mengatakan KTT G7 di Prancis menghasilkan hasil yang dapat memperkuat dukungan untuk negaranya di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Presiden Zelensky mengatakan di Telegram, para peserta sepakat tentang langkah-langkah tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Ukraina serta langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia.
“KTT G7 di Prancis membawa hasil penting bagi Ukraina. Yang terpenting, kami telah sepakat tentang penguatan tambahan pertahanan udara Ukraina,” katanya, melansir Anadolu.
Presiden Zelensky mencatat, mitra internasional telah berjanji untuk terus mendukung keamanan dan ketahanan energi Ukraina, menambahkan bahwa KTT tersebut membantu membangun pemahaman bersama di antara para peserta tentang tantangan utama yang dihadapi Ukraina dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.
Kyiv, yang menghadapi serangan udara besar-besaran Rusia dan kekurangan amunisi pertahanan udara, sangat bergantung pada sekutu Baratnya untuk membantu melawan serangan rudal.
Perang di Timur Tengah, yang menyebabkan sekutu AS menghabiskan sejumlah besar amunisi pertahanan udara untuk melindungi lokasi di Teluk, telah memperburuk kekurangan amunisi pertahanan udara yang dihadapi Ukraina sejak awal perang.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
