YOGYAKARTA – Pernahkah Anda merasa kesulitan memejamkan mata saat menginap di hotel atau rumah kerabat? Mmengapa kita sulit tidur di tempat baru? Tenang, Anda tidak sendirian karena fenomena ini ternyata sangat lazim dialami banyak orang.
Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan alami yang merespons perubahan lingkungan secara spontan. Otak Anda akan tetap bersiaga untuk menjaga diri dari potensi bahaya yang belum dikenal.
Fenomena First-Night Effect pada Otak
Dilansir dari laman cntraveler, sains menyebut gangguan tidur saat berada di lingkungan asing sebagai first-night effect. Fenomena unik ini telah diteliti oleh para ahli neurosains selama bertahun-tahun.
Saat Anda tertidur di lokasi baru, salah satu belahan otak tetap berada dalam mode bersiaga. Belahan otak kiri biasanya bertindak sebagai “penjaga malam” yang lebih peka.
Mekanisme ini mirip dengan sistem pertahanan alami hewan saat tidur di alam liar. Otak Anda belum sepenuhnya percaya bahwa tempat tersebut aman dari potensi ancaman.
Mengapa Lingkungan Asing Memicu Kewaspadaan?
Otak manusia memproses setiap stimulus asing sebagai bentuk gangguan tersamar. Suara pendingin udara atau pencahayaan kamar yang berbeda bisa memicu reaksi kewaspadaan.
Selain faktor lingkungan, ritme sirkadian tubuh juga berpotensi mengalami kebingungan mendadak. Jam biologis yang terganggu akan menghambat produksi hormon melatonin penyebab kantuk.
Baca juga: 5 Gangguan Pola Tidur yang Sering Terjadi Beserta Gejalanya
Rasa cemas ringan akibat perjalanan juga memperburuk kualitas istirahat malam Anda. Kadar hormon kortisol meningkat sehingga tubuh terasa tegang dan terus terjaga.
Poin-Poin Penting Susah Tidur di Lingkungan Baru
Berikut ini ringkasan dari beberapa alasan medis dan biologis mengapa tubuh merespons tempat baru secara berlebihan:
- Peka Terhadap Stimulus Baru: Otak memproses suara pendingin udara, aroma kamar, atau pencahayaan asing sebagai bentuk gangguan yang berpotensi bahaya.
- Disrupsi Ritme Sirkadian: Perubahan jam biologis atau jadwal perjalanan dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh secara mendadak.
- Penurunan Melatonin: Jam biologis yang terganggu secara otomatis menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi memicu rasa kantuk.
- Peningkatan Hormon Stres: Rasa cemas ringan akibat perjalanan meningkatkan kadar hormon kortisol, sehingga tubuh terasa tegang dan terus terjaga sepanjang malam.
Tips Praktis Mengatasi Gangguan Tidur
Membawa barang kesayangan seperti bantal atau selimut pribadi sangat membantu tubuh. Aroma dan tekstur yang familiar memberikan sinyal aman bagi otak Anda.
Kemudian Anda bisa menggunakan penyumbat telinga atau penutup mata untuk meminimalkan gangguan luar. Langkah sederhana ini efektif menciptakan ilusi lingkungan kamar tidur Anda sendiri.
Hindari konsumsi kafein atau penggunaan gawai menjelang waktu tidur malam. Terakhir Anda bisa meredupkan lampu kamar agar produksi hormon tidur berjalan lebih optimal.
Kualitas tidur yang buruk saat perjalanan tentu dapat mengganggu produktivitas Anda. Pahami sinyal tubuh dengan baik agar momen istirahat tetap terasa nyaman.
Temukan berbagai informasi kesehatan menarik lainnya serta tips gaya hidup terkini hanya di laman utama VOI.ID, portal berita terpercaya untuk memahami alasan mengapa kita sulit tidur di tempat baru demi kesehatan yang lebih baik.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
