YOGYAKARTA – Mengapa diskon membuat barang terlihat lebih menarik? Pertanyaan tersebut ternyata berkaitan dengan bagaimana persepsi manusia memandang keuntungan untuk dirinya sendiri. Namun alasan keuntungan tidak serta merta muncul begitu saja. Ada banyak faktor penunjang lainnya. Artikel ini akan menjelaskannya untuk Anda.
Alasan Mengapa Diskon Membuat Barang Terlihat Lebih Menarik
Ada banyak alasan mengapa barang yang disertai diskon dianggap lebih menarik. Berikut ini beberapa alasan yang kerap terjadi.
- Diskon membuat kita merasa mendapat keuntungan
Salah satu alasan diskon menarik adalah munculnya perasaan mendapatkan keuntungan. Misalnya, sebuah barang awalnya dijual Rp200.000 kemudian menjadi Rp150.000. Konsumen tidak hanya melihat harga Rp150.000, tetapi juga membandingkannya dengan harga sebelumnya.
Selisih Rp50.000 tersebut kemudian dipersepsikan sebagai keuntungan yang berhasil diperoleh dari transaksi. Inilah yang membuat label seperti “hemat Rp50.000” atau “diskon 25 persen” dapat terasa lebih menarik dibandingkan sekadar menampilkan harga jual.
- Harga awal menjadi patokan
Dalam psikologi konsumen, harga sebelumnya dapat berfungsi sebagai reference point atau titik pembanding. Ketika seseorang melihat harga Rp300.000 dicoret dan diganti menjadi Rp199.000, angka Rp300.000 menjadi patokan untuk menilai harga baru. Akibatnya, Rp199.000 dapat terasa lebih murah karena dibandingkan dengan angka yang lebih tinggi.
Padahal, konsumen belum tentu mengetahui apakah harga awal tersebut memang mencerminkan harga pasar atau seberapa sering barang tersebut dijual dengan harga tersebut.
- Diskon menciptakan rasa mendesak
Diskon juga sering dikombinasikan dengan batas waktu, misalnya “berlaku sampai malam ini” atau “promo hanya hari ini”. Strategi tersebut dapat menciptakan urgency, yaitu perasaan bahwa kesempatan membeli dengan harga tertentu akan segera hilang.
Akibatnya, seseorang bisa terdorong mengambil keputusan lebih cepat daripada ketika melihat produk tanpa batas waktu promosi.
- Khawatir ketinggalan trend
Keberadaan diskon juga dapat mmeicu kekhawatiran seseorang ketinggalan trend. Sebagai contoh, di media sosial banyak orang yang berlomba-lomba mendapat diskon sesering mungkin demi memenuhi trend tertentu. Alasan itu pula yang membuat seseorang kerap memburu barang diskon meski tidak terlalu membutuhkannya.
- Aji mumpung
Perasaan aji mumpung juga ikut memicu rasa keterarikan seseorang atas barang diskon. Kondisi aji mumpung ini bisa memicu ketertarikan seseorang untuk berbelanja. Meski barang yang didiskon tidak diperlukan, kadang perasaan aji mumpung memicu konsumtif seseorang.
Itulah beberapa alasan mengapa diskon membuat barang terlihat lebih menarik. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
