JAKARTA – Aktris Mikha Tambayong punya definisi dan makna tentang kecantikan bagi dirinya . Mikha yang telah berkecimpung di dunia hiburan sejak usia 13 tahun itu mengaku cara pandangnya terhadap kecantikan terus berkembang seiring bertambahnya usia dan pengalaman.
Tumbuh di industri perfilman, fesyen, dan hiburan membuat Mikha akrab dengan berbagai standar kecantikan sejak usia muda. Sebut saja, tinggi putih hingga langsing yang kerap dipandang sebagai imej yang sempurna bagi perempuan.
Namun, seiring perjalanan karier dan kehidupannya, ia mulai memandang kecantikan dari perspektif yang lebih luas dan lebih sadar.
“Makna kecantikan buat saya itu adalah confidence, atau kepercayaan diri. Kita bangga dengan diri sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers XERF Indonesia di Jakarta, Senin, 1 Juni.
Di usianya yang sudah memasuki kepala tiga, ia merasa cara pandangnya terhadap kecantikan tidak lagi hanya berbicara tentang tampilan luar, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merawat dirinya secara menyeluruh.
Mikha mengaku menjadi lebih sadar terhadap berbagai hal yang ia konsumsi, kebiasaan hidup yang dijalani, hingga perawatan yang dipilih.
Kesadaran tersebut muncul karena ia memahami bahwa proses penuaan merupakan hal yang alami dan tak bisa dihindari.
Menurutnya, tidak ada yang salah dengan menyadari perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk ketika produksi kolagen mulai berkurang seiring bertambahnya usia. Justru, kesadaran itu menjadi langkah awal untuk merawat diri dengan lebih baik.
“Penuaan itu menurut aku lebih baik dicegah daripada menunggu lalu mencari solusi. Menjaga kulit dan tubuh sejak dini tentu lebih mudah daripada memperbaikinya ketika masalah sudah muncul,” katanya.
Meski demikian, Mikha menekankan tujuan utama dari berbagai upaya perawatan diri bukanlah untuk mengejar kesempurnaan. Baginya, inti dari kecantikan adalah rasa percaya diri.
Kepercayaan diri tersebut, menurut Mikha, tidak datang begitu saja. Ada proses merawat diri yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga pola makan, menerapkan gaya hidup sehat, hingga merawat kesehatan kulit.
Ia menyadari setiap orang akan mengalami perubahan fisik seiring berjalannya waktu. Karena itu, fokus utamanya bukan menghentikan proses penuaan, melainkan menjaga diri agar tetap sehat dan merasa nyaman dengan diri sendiri.
Pandangan itu pula yang membuat Mikha mulai lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi perawatan kecantikan. Jika sebelumnya ia cenderung berhati-hati mencoba berbagai treatment, kini ia melihat banyak inovasi yang menawarkan hasil optimal dengan prosedur yang minim rasa sakit dan tanpa masa pemulihan yang panjang.
Belakangan, Mikha mengaku mencoba sebuah teknologi perawatan yang berfokus pada stimulasi kolagen serta efek lifting dan tightening pada kulit, seperti XERF.
XERF menjadi teknologi yang diusung dalam kampanye ini dengan menawarkan pendekatan perawatan kulit yang lebih personal dan menyeluruh. Teknologi dual-frequency monopolar RF pertama di dunia ini menggabungkan dua frekuensi radiofrequency yang bekerja secara bersamaan pada berbagai lapisan kulit, sehingga mampu memberikan hasil yang lebih optimal dan terarah sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Tak hanya itu, inovasi ini juga dilengkapi sistem pendingin canggih dan pengaturan kedalaman energi yang dapat disesuaikan, sehingga menghadirkan pengalaman treatment yang lebih nyaman dengan waktu pemulihan yang minimal.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik yang mengubah persepsinya terhadap treatment estetika.
Sebelumnya, perawatan yang ia jalani umumnya berupa facial, skin booster, atau laser yang bekerja di permukaan kulit.
Namun kali ini, ia mencoba teknologi yang dirancang untuk membantu meningkatkan produksi kolagen sekaligus mengencangkan kulit.
“Ini treatment pertama yang aku coba yang memang tujuannya untuk lifting dan tightening. Ternyata pengalaman treatment-nya sangat menyenangkan dan hasilnya juga aku suka,” ungkap Mikha.
Mikha mengaku salah satu alasan dirinya berani mencoba adalah karena prosedur tersebut tidak memerlukan downtime dan tidak menimbulkan efek yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kalau kita menjaga diri dengan baik, kita jadi lebih percaya diri. Dan memiliki kepercayaan diri terhadap diri sendiri itu adalah nilai tambah yang sangat besar,” tutup Mikha.
Di kesempatan yang sama, Marisa Theresia, Head of idsMED Aesthetics Indonesia menyampaikan, kampanye #YOUtheXERF hadir sebagai respons terhadap perubahan cara pandang masyarakat terhadap kecantikan dan perawatan estetika.
Ia melihat beauty kini tidak lagi semata-mata soal penampilan, melainkan juga tentang kepercayaan diri dan penerimaan diri.
Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap inovasi di bidang estetika turut mendorong kehadiran XERF di Tanah Air.
“Melalui kampanye ini pihaknya ingin mengajak masyarakat memandang kecantikan sebagai sesuatu yang lebih personal, yakni tentang “confidence, authenticity, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Nilai ini juga tercermin pada sosok Mikha Tambayong yang kini dipercaya sebagai Brand Ambassador XERF Indonesia,” pungkas Marissa.
