
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Presiden Prabowo Subianto melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara dalam pendanaan perluasan jaringan LRT Jakarta.
Pramono menyebut Pemprov DKI berencana melanjutkan jaringan LRT dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS). Selain itu, jalur dari Velodrome juga direncanakan diperpanjang hingga terhubung dengan stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.
“Bapak Presiden, akan akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak,” kata Pramono di hadapan Prabowo saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu, 16 September.
Pramono mengatakan Pemprov DKI membutuhkan sejumlah opsi pembiayaan untuk menyelesaikan pengembangan jaringan LRT. Salah satu proyek yang akan dikerjakan lebih dulu adalah rute Manggarai-Dukuh Atas dengan kebutuhan anggaran Rp2,7 triliun.
“Untuk (rute LRT Jakarta) dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, (anggarannya) Rp2,7 triliun yang kita akan mulai di tahun 2027 awal ini. Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara,” ucap Pramono.
Menurut Pramono, perluasan tersebut akan membuat jaringan LRT Jakarta semakin terkoneksi dari sejumlah wilayah. Jalur tersebut nantinya menghubungkan kawasan utara, timur, selatan hingga pusat Jakarta, sekaligus tersambung dengan simpul transportasi menuju JIS dan Whoosh.
“Yang saya bahagia dan saya happy adalah sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita akan lanjutkan sampai dengan JIS, dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh Halim. Kalau itu sudah terkoneksi sebenarnya LRT Jakarta di bagian tengahnya sudah terhubung dari utara, timur, selatan, kemudian sampai dengan pusat,” urainya.
Pramono mengatakan pengembangan transportasi di Jakarta juga akan menggunakan moda berbeda untuk kawasan Jakarta Barat. Pemerintah daerah berencana mengandalkan MRT untuk membangun konektivitas dari barat menuju timur.
Permintaan Pramono kemudian mendapat respons langsung dari Prabowo. Presiden menyatakan Danantara perlu ikut membantu pembangunan Jakarta.
“Tadi ada sedikit harapan ya dari gubernur danantara utk ikut membantu, Saya kira danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI. DKI milik seluruh bangsa.,” tutyr Prabowo.
Prabowo melihat keberadaan LRT, KRL, Transjakarta hingga kereta bandara di Manggarai sebagai bagian dari perkembangan sistem transportasi Jabodetabek. Ia menyebut kawasan tersebut kini menjadi salah satu simpul transportasi yang mengintegrasikan berbagai moda.
“Tadi dikatakan 5 atau 6 tahun yang lalu, siapa mengira kita punya sistem Transportasi seperti sekarang, ini di Manggarai ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada transpor Jabodetabek, ada kereta ke Bandara, ini menjadi transport hub,” ucap Prabowo.
Prabowo juga menyinggung pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta dalam mengelola kawasan aglomerasi Jabodetabek yang memiliki populasi sekitar 42 juta jiwa.
“Mungkin, lebih besar dari banyak negara di dunia, kita bisa mengelola dengan aman, dalam suasana demokratis, tapi tertib,” jelasnya.
Selain soal transportasi, Prabowo meminta pengembangan Jakarta juga diarahkan pada penataan kota dan lingkungan. Ia mendorong Jakarta menjadi kota hijau dengan lebih banyak ruang terbuka dan taman.
Prabowo juga menyatakan transformasi serupa perlu dilakukan di daerah lain, termasuk melalui pembenahan sungai dan pengelolaan sampah.
“Nanti semua ibu kota provinsi, semua ibu kota kabupaten harus kita ubah, Indonesia harus transformasi, hilangkan sampah, bersihkan kali kali ya, dengan teknologi dan sebagainya,” tutur Prabowo.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
