JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjajaki kerja sama pelestarian warisan budaya Palestina, termasuk peluang pengembangan museum dan pameran budaya Palestina di Indonesia.
Pembahasan itu muncul saat Fadli menerima akademisi Shofwan Al Banna Choiruzzad bersama Dr. Thoriq dan Dr. Saleh di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis, 21 Mei.
Dr. Thoriq, yang berdomisili di Ramallah, menjelaskan yayasan yang mereka kelola memiliki tiga misi utama. Pertama, melindungi dan merawat artefak serta warisan budaya Palestina. Kedua, memberdayakan masyarakat lokal. Ketiga, memperkuat edukasi agar masyarakat tetap memiliki daya tahan dalam memperjuangkan keadilan.
Dalam pertemuan itu, Dr. Saleh juga menyampaikan apresiasi atas sikap Indonesia terhadap Palestina. Ia menyinggung dukungan Indonesia serta kecaman terhadap tindakan genosida di Palestina.
Saleh juga menggambarkan kondisi warga di Tepi Barat. Menurutnya, masyarakat menghadapi pembatasan mobilitas, sulitnya akses pendidikan, dan tekanan sosial-ekonomi akibat konflik berkepanjangan.
Pertemuan itu juga membahas kemungkinan penyelenggaraan pameran budaya Palestina dan penguatan jejaring antarmuseum di Indonesia.
Fadli mengatakan kerja sama budaya tidak cukup hanya dengan niat baik. Substansi dan sumber daya manusia harus disiapkan dengan matang.
“Substansi merupakan hal penting, mungkin pameran, narasi, storytelling, bagaimana Indonesia mendukung Palestina, bagaimana pemerintah hingga parlemen mendukung,” kata Fadli.
Fadli dalam pertemuan itu didampingi Tenaga Ahli Neno Warisman.
Selain kerja sama museum dan pameran, pembahasan juga menyentuh peluang dukungan lintas sektor. Kerja sama dapat melibatkan lembaga dan pemangku kepentingan lain untuk mendukung program budaya dan kemanusiaan terkait Palestina.
Penjajakan ini membuka ruang baru dalam hubungan Indonesia-Palestina. Dukungan tidak hanya disampaikan lewat politik dan diplomasi, tetapi juga lewat kerja kebudayaan yakni menjaga artefak, merawat ingatan, dan memberi tempat bagi cerita Palestina agar tidak hilang di tengah konflik.
