MOSKOW – Pemerintah Iran membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap kota-kota di AS. Teheran menyebut tuduhan itu tidak berdasar, tidak realistis, dan sarat kepentingan politik domestik.
Menurut Antara, disitat Rabu, 14 Oktober yang mengutip IRNA-OANA, Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan tuduhan Trump tidak sesuai dengan kebijakan pertahanan Iran.
“Tuduhan Presiden Trump mengenai kemungkinan kehancuran kota-kota di Amerika tidaklah berdasar, tidak nyata, dan tidak lebih dari sekadar untuk keperluan kampanye,” kata Jalali dalam wawancara dengan kantor berita TASS yang diterbitkan Rabu.
Jalali mengatakan doktrin militer Iran bersifat defensif dan bertumpu pada kemampuan daya gentar.
Menurut Jalali, Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang.
“Kendati demikian, kemampuan dan kekuatan rudal Iran tidak perlu diragukan dan disangkal, serta cukup menakutkan,” ujarnya.
Jalali menuding Trump menggunakan ancaman tersebut untuk kepentingan politik dalam negeri. Ia juga mengaitkannya dengan persaingan Trump dengan kubu Partai Demokrat di California.
Pernyataan senada sebelumnya disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei melalui media sosial X.
Baqaei menilai ancaman terhadap kota-kota di Amerika digambarkan secara berlebihan untuk menimbulkan ketakutan publik.
“Bahwa untuk menakuti rakyat mereka sendiri, mereka menciptakan musuh bayangan di angkasa untuk menyelimuti ancaman nyata di daratan,” kata Baqaei.
Menurut Baqaei, bahaya yang sesungguhnya bukan berasal dari luar perbatasan Amerika Serikat.
“Bahaya yang nyata bukanlah berada di luar perbatasan atau di langit di atas Los Angeles dan San Diego. Bahaya itu berada di rezim yang telah melakukan perang ilegal terhadap dunia, dengan konsekuensi tingkat global,” ujarnya.
Baqaei juga menyinggung pernyataan Trump yang, menurut dia, menggambarkan kehancuran Los Angeles dan San Diego sebagai “sedikit pengorbanan yang harus dibayar”.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai politik berbasis ketakutan dengan menggambarkan ancaman eksternal untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan lain.
“Ini menjadi contoh teori politik menebarkan rasa takut, menakuti rakyat dengan ancaman bayangan, menggambarkan kehancuran kota-kota mereka sendiri sebagai harga yang harus dibayar, dan mengalihkan perhatian mereka dari bahaya yang sebenarnya,” kata Baqaei.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
