JAKARTA – Hampir satu miliar orang di dunia diproyeksikan hidup dengan osteoartritis pada 2050, naik dari sekitar 600 juta orang pada 2023. Kenaikan kasus diperkirakan dipicu penuaan populasi, obesitas, dan cedera sendi.
Menurut Antara, dikutip Selasa, 13 Oktober, proyeksi tersebut tercantum dalam peta jalan kebijakan kesehatan global yang disusun kelompok peneliti internasional dan dipimpin Universitas Curtin, Australia.
Dokumen yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet itu menyebut osteoartritis masih kurang mendapat perhatian dalam kebijakan kesehatan di banyak negara.
Hingga kini belum ada obat yang mampu menyembuhkan, menghentikan, atau memperlambat perkembangan osteoartritis. Kondisi itu mendorong peneliti meminta pemerintah memperkuat pencegahan dan layanan bagi pasien.
Penanganan osteoartritis juga dinilai belum terintegrasi secara memadai ke dalam layanan penyakit kronis. Sementara pengobatan dan pencegahannya masih tidak konsisten dan kerap tidak tepat.
Peta jalan tersebut meminta pemerintah mengakui osteoartritis sebagai salah satu penyakit kronis utama. Pemerintah juga didorong memperluas akses terhadap perawatan berbasis bukti.
Pencegahan menjadi salah satu fokus, antara lain dengan menangani kelebihan berat badan dan mengurangi risiko cedera sendi.
Peneliti juga mendorong layanan osteoartritis diintegrasikan dengan penanganan penyakit kronis dan program rehabilitasi yang lebih luas.
“Osteoartritis menghadapi masalah persepsi. Di masyarakat, penyakit ini kerap dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari proses penuaan, sehingga dipandang sebelah mata, sementara pilihan penanganannya dianggap terbatas,” kata penulis utama laporan, Profesor Andrew Briggs dari Universitas Curtin.
Beban penyakit ini juga terus meningkat. Profesor Lyn March dari Kolling Institute, Australia, mengatakan beban disabilitas global akibat osteoartritis naik 65 persen sepanjang 1990 hingga 2023.
Para peneliti memperingatkan tren tersebut berpotensi berlanjut dalam beberapa dekade mendatang jika obesitas, penuaan populasi, dan cedera sendi terus meningkat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
