Rusia Terus Menjalin Kontak dengan AS Terkait Potensi Gencatan Senjata Energi dengan Ukraina


JAKARTA – Kremlin pada Hari Selasa menyatakan Rusia terus menjalin kontak dengan Amerika Serikat mengenai potensi gencatan senjata di sektor energi di Ukraina, topik yang sempat disinggung oleh Presiden Donald Trump pekan lalu.

Dalam keterangannya kepada wartawan saat konferensi pers juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, topik tersebut telah dibahas dalam konferensi pers hari Senin dan ia tidak memiliki tambahan informasi terkait pembicaraan itu.

“Kontak mengenai masalah ini terus berlangsung,” ujar Peskov, dikutip dari Anadolu (13/10).

Lebih jauh ia mengatakan, dirinya tidak melihat adanya kaitan antara posisi Rusia terkait Ukraina dengan kesepakatan – yang diumumkan Presiden Trump pada Hari Jumat usai pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin – mengenai pasokan solar dari Moskow ke pasar AS dan pasar global.

Peskov menggambarkan kesepakatan pasokan solar tersebut sebagai aspek kerja sama Rusia-Amerika yang “sangat saling menguntungkan”.

“Hal ini melayani kepentingan Amerika Serikat, kepentingan pasar energi global, dan kepentingan Federasi Rusia, itulah sebabnya kesepakatan ini terlaksana,” lanjut Peskov, seraya menduga negara-negara Eropa mungkin akan berupaya menghambat kesepakatan tersebut.

Peskov juga menegaskan Rusia adalah negara yang menawarkan produk-produk kompetitif di pasar global dan akan terus melakukannya.

Ia mengatakan Kremlin tidak mengetahui adanya laporan mengenai rencana AS untuk menghentikan pertukaran intelijen dengan Kyiv, maupun laporan The Washington Post mengenai rencana perdamaian untuk perang Ukraina yang diusulkan oleh AS dan Eropa.

Peskov juga menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk membahas mekanisme kompensasi atas kerugian finansial yang dialami pengguna Yandex akibat serangan Ukraina baru-baru ini terhadap pusat data perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Trump pada Hari Minggu mengumumkan Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata segera untuk menghentikan serangan yang menargetkan infrastruktur energi masing-masing pihak, melalui platform media sosial Truth Social miliknya.

Sebelumnya pada Hari Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Axios, Kyiv siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia jika Moskow berhenti menyerang infrastruktur energi Ukraina.

Ia menekankan, setiap langkah de-eskalasi harus bersifat timbal balik dan disertai dengan jaminan.

Sementara itu, pada hari Senin, Peskov menyatakan Kremlin belum memberikan komentar langsung mengenai usulan penghentian serangan tersebut, meskipun kontak dengan pihak AS terkait topik itu masih terus berlangsung.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *